Home / Medan / Langgar Perda, PK5 Jalan Gaharu Ditertibkan
WOL Photo

Langgar Perda, PK5 Jalan Gaharu Ditertibkan

MEDAN, WOL – Jajaran Kecamatan Medan Timur menertibkan pedagang kaki lima (PK5) yang berjualan di sepanjang Jalan Gaharu, Kelurahan Perintis, Rabu (31/1).

Umumnya para pedagang yang ditertibkan itu menggelar lapak di atas badan jalan, trotoar maupun parit. Selain mengganggu estetika kota, kehadiran para pedagang mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Penertiban dipimpin Camat Medan Timur, Parulian Pasaribu. Sebanyak 126 personil yang terdiri unusur Satpol PP Kota Medan sebanyak 30 personil, kepolisian (3 personil), koramil (3 personil), kepala lingkungan (50 personil), petugas trantib (10 personil) serta Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) sebanyak 30 orang).

Menurut Parulian, penertiban ini dilakukan untuk menegakkan Perda Kota Medan No.9/2002 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Dalam Perda tersebut, jelasnya, Pemko Medan telah mengatur, menata dan mengendalikan bangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang kota.

“Lapak PK5 yang didirikan di atas pedestrian (trotoar) dan parit merupakan bangunan liar yang tidak memiliki izin sesuai dengan Perda No.9/2002. Atas dasar itulah hari ini kita turun melakukan penertiban,” kata Parulian.

Sebelum dilakukan penertiban, Parulian mengaku pihaknya telah menyurati para PK5 agar segera membongkar lapak dan tidak berjualan lagi di tempat tersebut. Namun surat peringatan tidak ditanggapi, para pedagang tetap berjualan. “Jadi kita tidak langsung main bongkar saja,” ungkapnya.

Penertiban dimulai pukul 09.00 WIB, seluruh unsur yang terlibat dalam penertiban tetap mengedapankan langkah-langkah persuasif sehingga berjalan dengan aman dan lancar tanpa ada perlawanan sedikit pun dari para pedagang. Tanpa kesulitan tim berhasil membuka seluruh lapak milik pedagang.

Usai melakukan penertiban, Parulian mengimbau kepada seluruh pedagang agar tidak berjualan lagi di tempat semula.

“Selain tidak diperkenankan berjualan di atas fasilitas umum (trotoar), kehadiran para pedagang juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Untuk itu kita akan terus melakukan pengawasan. Jika kedapatan berjualan kembali, kita langsung tertibkan,” tegasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

2 Rekanan Korupsi Bapemas Sumut Divonis 16 Bulan Penjara

MEDAN, WOL – Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, menjatuhi hukuman penjara selama 16 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: