Home / Medan / KPU Medan Terima Laporan Ijazah Palsu Bacaleg
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Herdensi Adnin.

KPU Medan Terima Laporan Ijazah Palsu Bacaleg

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua KPU Kota Medan, Herdensi Adnin, menyebutkan bahwa dalam masa tenggang tanggapan masyarakat atas penetapan daftar calon sementara (DCS) Pileg 2019, ada bakal calon legislatif (bacaleg) yang diduga menggunakan ijazah palsu.

Dikatakan, tidak hanya persoalan dugaan ijazah palsu, KPU Kota Medan juga menerima keberatan masyarajat atas status Aparatur Sipil Negara (ASN) salah satu bacaleg dari Partai Nasdem yang juga Kepala Dinas Pendidikan Medan, Hasan Basri.

“Ijazah ini terkait ijazah SMA, kalau ijazah sarjana tidak masuk dalam syarat calon. Begitu pun, kita belum bisa menyebutkan siapa bacaleg yang diduga menggunakan ijazah palsu tersebut,” katanya, Selasa (21/8).

Herdensi menjelaskan, guna menindaklanjuti laporan keberatan terhadap ijazah SMA bacaleg, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumut. Sebab, dinas tersebut masuk dalam tim atau kelompok kerja proses pencalonan anggota legislatif. Jika nanti ijazah bacaleg yang dimaksud terbukti palsu berdasarkan penelusuran Dinas Pendidikan Sumut, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang ada.

“Kita masih membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin memberikan tanggapan atau keberatan terhadap DCS yang telah ditetapkan. Kesempatan tersebut berakhir hari ini,” imbuhnya.

Komisioner KPU Medan lainnya, Pandapotan Tamba, mengatakan masukan dan tanggapan keberatan masyarakat atas DCS diberi kesempatan sampai 21 Agustus atau hari ini. Lalu, permintaan klarifikasi kepada parpol atas tanggapan masyarakat terhadap DCS pada 22-28 Agustus.

Berikutnya, penyampaian klarifikasi dari parpol kepada KPU 29-31 Agustus, pemberitahuan pengganti DCS 1-3 September, pengajuan penggantian bakal calon 4-20 September, verifikasi pengganti DCS 11-13 September, penyusunan DCT 14-20 September, penetapan DCT 20 September dan terakhir pengumunan DCT 21-23 September.

“Dari DCS yang diumumkan jika ada TMS (tidak memenuhi syarat) otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke atas untuk mengisi kekosongan. Atau, bisa juga dibiarkan kosong. Namun, DCS ini biasanya tidak jauh berbeda nantinya pada pengumunan DCT (daftar caleg tetap). Terkecuali ada keberatan masyarakat yang dilengkapi dengan bukti-bukti,” pungkasnya.(wol/mrz/dv)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Komisi A Panggil KPU Pertanyakan Status Kadisdik Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi A DPRD Medan, Andi Lumbangaol, mengaku akan memanggil KPU Kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: