Home / Fokus Redaksi / KPK OTT Petinggi Hakim Medan Diduga Ulah Tamin Sukardi
WOL Photo/Ega Ibra

KPK OTT Petinggi Hakim Medan Diduga Ulah Tamin Sukardi

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kasus OTT di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (28/8).

Ternyata, dalam penangkapan terhadap empat hakim, tiga diantaranya hakim yang menyidangkan perkara Tamin Sukardi.

Selain itu, penyidik KPK turut menyita uang dolar Singapura dari ruangan hakim Sontan Merauke. Ada pula yang menyebut uang itu disita dari ruang Merry Purba, Hakim Adhoc PN Medan. Sejauh ini kedua ruangan hakim itu telah disegel KPK.

WOL Photo/Ega Ibra

“Uang dalam bentuk Dollar Singapura juga telah diamankan,” ujar Basaria Panjaitan selaku Wakil Ketua KPK.

Menurutnya total ada 8 orang yang ditangkap. OTT diduga berkaitan dengan perkara korupsi yang diadili di Pengadilan Tipikor Medan.

“Dari 8 orang tersebut, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera dan pihak lain. Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara Tipikor di Medan,” imbuh Basaria.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum mereka yang ditangkap. Nantinya KPK akan mengumumkan secara resmi penanganan perkara itu termasuk penetapan tersangka.

Seperti diketahui, KPK sempat membawa Ketua PN Medan, Marsuddin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo, dan hakim lainnya Sontan Merauke, dan Merry Purba (hakim adhoc) serta dua panitera tipikor Elfandi dan Oloan Sirait.

Dari empat hakim itu, tiga diantaranya yakni Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Merauke dan Merry Purba merupakan majelis hakim yang menyidangkan perkara dugaan kasus korupsi Tamin Sukardi. Dalam kasus ini, Tamin divonis 6 tahun penjara, denda Rp 500 juta dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 132,4 miliar. Diduga kuat kasus Tamin Sukardi penyebab para petinggi hakim Medan ditangkap KPK.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

KPK : Hak Politik 26 Napi Korupsi Sudah Dicabut

  JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengaku sudah mendapat data ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: