Home / Fokus Redaksi / KPK Bisa Usut Keberadaan MSDC
Godfried Effendi Lubis. (WOL Photo)

KPK Bisa Usut Keberadaan MSDC

MEDAN, WOL – Anggota DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis, meminta Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, memudahkan masyarakat dalam hal pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polrestabes Medan.

Pasalnya, untuk mendapatkan SIM, masyarakat dikenakan biaya mencapai Rp850 ribu. Angka tersebut bisa meningkat, jika menggunakan jasa calo yang ada di seputaran Jalan Adi Negoro.

“SIM syarat untuk mengemudikan kendaraan seperti sepeda motor, mobil dan truk. Banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari kendaraan tersebut, makanya butuh SIM. Harusnya di permudah cara mendapatkannya, bukan di persulit dengan aturan-aturan yang harus memdapatkan sertifikat dari MSDC,” ungkapnya, menyikapi praktik monopoli yang dilakukan pihak Medan Safety Driving Center (MSDC), Jumat (12/1).

Lebih lanjut politisi Gerindra ini menambahkan, jika masyarakat mengurus sendiri dan mengikuti prosedur yang ada, di pastikan tidak akan lulus mengikuti tes yang diberikan.

“Memang, sudah ada standar harga yang ditetapkan. Tapi fakta di lapangan, masyarakat harus membayar jauh di atas harga standar yang ditetapkan. Hal itu harus mendapat perhatian dari Kapolrestabes yang baru saja dilantik di Medan. Kapolrestabes harus meninjau langsung proses pembuatan SIM di Satlantas, agar tahu kondosi sebenarnya,” sarannya.

“Keberadaan MSDC sebagai tempat kursus pendidikan mengemudi di Jalan Bilal sudah sering di permasalahkan anggota dewan. Banyak informasi masyarakat yang menyebutkan kalau warga sudah memiliki sertifikat dari MSDC, kemungkinan lulus sangat besar. Lagipula, kenapa tidak pihak Kepolisian saja yang buka tempat uji dan kursus kendaraan sehingga jelas dananya ke negara,” kembali anggota Komisi D DPRD Medan menyarankan.

Masih beroperasinya MSDC meskipun sudah mendapatkan rekomendasi Komisi A masa kepemimpinan Robby Barus agar ditutup, Godfried meminta kepada Inspektorat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut masalah ini. Agar semuanya tampak jelas, mengapa bisa sebegitu sulit dan mahalnya pembuatan SIM di Kota Medan.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Medan, Andi Lumban Gaol, yang dikonfirmasi mengaku Senin pekan depan akan menjadwalkan rapat internal komisi menyangkut MSDC. Selanjutnya, pihaknya akan memanggil Satlantas Polrestabes Medan dan pihak terkait lainnya untuk mencari tahu dan solusi atas persoalan yang sudah sangat meresahkan warga Kota Medan.

“Alangkah baiknya jika ada warga Kota Medan yang keberatan dengan mahalnya biaya pengurusan SIM, laporkan ke kita. Biar kita tindak lanjuti terus,” tukas politisi PKPI itu.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Sudah 34 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sejak 2012

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan, atau lebih dikenal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: