Breaking News
Home / Medan / Konvensi Batak Cari Gubernur Suku Batak
WOL Photo/eko kurniawan
WOL Photo/eko kurniawan

Konvensi Batak Cari Gubernur Suku Batak

MEDAN, WOL – Hiruk pikuk pemilihan Gubernur Sumatera Utara, memang belum resmi dibuka. Namun sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, pemilihan kali ini sudah mulai terasa panasnya.

Beragam nama tokoh mulai diperhitungkan, spanduk bakal calon (Balon) berjajar rapi menghiasi badan jalan. Berangkat dari pemetaan bahwa 45 persen jumlah pemilih di Sumatera Utara berasal dari suku Batak, yang merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia. Itupula yang melandasi Konvensi Batak menuntut agar sepantasnya Suku Batak memilih pemimpin yang berasal dari sukunya sendiri.

Efendi Naibaho selaku Ketua Presidium mengatakan, dengan kondisi saat ini sudah seharusnya Sumatera Utara harus dipimpin oleh Gubernur Suku Batak. Sebab pemimpin yang berdarah Batak punya lima ciri khas melekat pada dirinya, yakni ceplas-ceplos, percaya diri yang tinggi, dan jujur.

Sementara itu, Sabar Sihite selaku Ketua Panitia bahwa Konvensi Batak pun punya penilaian sendiri perihal pemimpin yang ideal, yang jelas harus Suku Batak yang punya marga asli, tidak pemberian.

“Dalam prosesnya, Konvensi Batak bukanlah bagian dari tim sukses bakal calon. Lebih kepada menyaring dan mengantarkan putra Batak untuk melaju pada Pemilihan Gubernur 2018 nanti, sehingga suara orang Batak tidak terpecah-pecah,” tambahnya.

Dan akan mulai melakukan sosialisasi 26 Agustus mendatang di Medan, selanjutkan juga akan direncakan pada dua kota berbeda, yakni Siantar dan Tarutung pada bulan September mendatang.

“Secara tertulis Sumut sebenarnya sudah dipimpin oleh delapan belas gubernur yang berbeda. dan ada sembilan Gubernur Suku Batak. Namun hanya ada lima yang mempunyai legalcy, tersebutlah nama macam S.M Amin Nasution, Gubernur pertama Sumut yang langsung dilantik oleh Presiden Soekarno,” terangnya.

Kemudian ada nama Abdul Hakim Harahap penggagas pembangunan stadium Teladan, yang saat itu berhasil menyelenggarakan PON pertama di Sumut. Selanjutnya Marah Halim Harahap, gubernur terlama dengan masa jabatan 132 bulan. lalu Raja Inal Siregar.

“Di zaman kepemimpinan beliaulah pendidikan Sumut mulai maju, sekolah unggulan pun lahir. Raja Inal pun mampu merangsang pertumbuhan investasi di Sumut lewat slogan Marsipature Hutanabe yang berarti mari benahi kampung masing-masing.

Dan terakhir ada nama EWP Tambunan, sebelumnya saat ini kita sibuk dengak clean government. Beliau sudah mengajarkan bagaimana strong leader ship dan good government,” pungkasnya.(wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

(Foto: Antara)

Inilah Rute Perjalanan Presiden Ngunduh Mantu

MEDAN, WOL – Tim pengamanan terus melakukan sterilisasi jelang prosesi ngunduh mantu Presiden RI, Joko ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.