Home / Medan / Kompolnas dan LPSK Diminta Usut Kasus Warga Karo Tewas Ditembak
Komisi C DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan (WOL Photo)

Kompolnas dan LPSK Diminta Usut Kasus Warga Karo Tewas Ditembak

MEDAN, WOL – Anggota DPRD Sumut, Sutrino Pangaribuan, menyatakan dalam kasus warga Karo tewas ditembak yang terlibat keributan di depan Polres Tanah Karo harus diusut tuntas, agar diketahui penyebabnya.

“Mengenai kasus penembakan warga di depan Polres Tanah Karo, DPRD Sumut sudah koordinasi dengan Kompolnas dan LPSK sehingga diketahui penyebab kematian korban,” ungkapnya kepada kepada wartawan, Minggu (31/7).

Dijelaskannya, dalam keributan di depan Polres Tanah Karo di mana petugas terpaksa memberikan tembakan peringatan dan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa, tindakan itu harus dapat dipertanggungjawabkan.

“Selama penembakan sudah sesuai dengan Perkap 08 tahun 2009 tidak jadi masalah, kalau tidak sesuai polisi harus bertindak tegas kepada anggotanya,” jelas Sutrisno.

Dalam kasus keributan di Kabupaten Tanah Karo, sambung Sutrisno, meminta Kompolnas, Komnas HAM, LPSK segera menurunkan tim ke kabupaten karo agar masyarakat tidak mengalami ketakutan.

Di mana keberanian masyarakat mendatangi Mapolres Karo untuk meminta pembebasan teman- temannya yang ditangkap jangan dimaknai sebagai penyerangan atau penggunaan kata penyerangan.

“Informasi yang disebar oleh Kabid Humas Poldasu ke berbagai media sebagai upaya membangun opini bahwa masyarakat bertindak brutal dan anarkis. Hal itu sebagai upaya pengalihan isu dari penolakan masyarakat terhadap pengembang menjadi masyarakat menyerang Mapolres Tanah Karo,” ujarnya sembari menyebutkan dalam keributan itu masyarakat bereaksi terhadap pemaksaan pemasangan pagar yang menghalangi jalan warga desa,” pungkasnya.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Pangasian Sitio, mengatakan keributan bermula dari aksi perusakan pagar dengan memakai alat berat berupa beko yang dilakukan pihak pengembang, atas pemagaran lahan oleh warga Desa Lingga.

“Sehinga bentrokan terjadi di lokasi antara warga, dan pengembang lahan reloksai tahap kedua Gunung Sinabung. Hingga menyebakan satu warga Desa Lingga meninggal di lokasi atas nama Abdi Purba. Dua diantaranya mengalami krisis yang harus dirawat, satu di rumah sakit  Efarina Berastagi, dan satu lagi di rumah sakit Pirngadi Medan,” katanya saat menggelar konfrensi pers kepada awak media, di Polres Tanah Karo, Sabtu (30/7).

Dijelaskannya, sekira pukul 20.00 WIB, ratusan warga mendatangi Polres Tanah Karo dengan membawa bom molotov, bambu runcing, kayu dan batu. Mereka juga merusak kantor unit SPK dengan melempar pakai batu.

“Sampai saat ini belum ada yang kita tahan, hanya lima warga kita mintai keterangan, dan akan kita kembangkan guna memproses kebenaran,” pungkasnya. (wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu: 2 Teroris Ditembak Mati, 7 Tabung Peledak Disita

TANJUNGBALAI, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, mengungkapkan dua teroris yang ditangkap di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: