Home / Medan / Komisi C Rekomendasikan Pasar Akik Tak Dilegalkan
Istimewa

Komisi C Rekomendasikan Pasar Akik Tak Dilegalkan

MEDAN, WOL – Ketua Komisi C DPRD Medan, Salman Alfarisi merekomendasikan ke Pemko Medan agar tidak melegalkan Pasar Akik di Jalan Akik, Kecamatan Medan Area.

Pasalnya jika pasar tersebut dilegalkan, maka akan muncul permasalahan baru seperti keberadaan pedagang di badan jalan akan semakin banyak. Meskipun keberadaan pasar tersebut dapat memberikan pendapatan asli daerah untuk Kota Medan sebesar Rp500 juta setiap tahunnya.

“Kalau semua badan jalan dijadikan pasar, maka berapa banyak kerugian pemerintah, sepertinya uang Rp500 juta itu tidak sebanding,” jelasnya, Jumat (24/4).

Di samping itu, lanjut Salman, akan terjadi pergesekan antara pedagang pasar Sukaramai dengan pedagang Pasar Akik. Politisi PKS itu menilai, keberadaan pedagang di Jalan Akik membuktikan bahwa Pemko Medan dan PD Pasar sudah gagal dalam melakuan penataan pasar tradisional.

“Jalan Akik itu milik Pemko Medan, tapi pedagangnya dikelola oleh swasta, kan tidak boleh sebenarnya seperti itu dan saya yakin masih ada seperti pasar akik ditempat-tempat lainnya,” imbuhnya seraya menyarankan Pemko Medan agar menyatukan ke dua pasar tersebut.

Lebih lanjut, Salman menjelaskan, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin harus mengambil alih kerja tim terpadu yang bertugas melakukan pendataan atau relokasi. “Seharusnya Wali Kota yang jadi ketua tim nya, dan terjun langsung dan ikut mengawasi kerja tim, pasti hasilnya akan lebih maksimal,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Koperasi Pembuktian Pasar Akik, Mahyudin mengaku sedang mempersiapkan draft pengajuan untuk melegalkan keberadan Pasar Akik untuk menjadi Pasar ke 53 yang dikelola PD Pasar. Dijelaskannya, Koperasi pembuktian tengah menyusun draft yang akan diajukan kepada Wali Kota Medan untuk melegalkan keberadaan Pasar Akik.

“Dengan catatan pasar ini bukan dikelola PD Pasar, tapi koperasi. Nanti koperasi yang akan menyetorkan PAD setiap tahunnya,“ paparnya.

Menurutnya, setiap pedagang di Jalan Akik hanya dikenakan biaya Rp2ribu tiap meja per harinya. Ini digunakan untuk perawatan meja dan gaji karyawan. Bukan hanya itu, ada juga pengutipan untuk jaga malam Rp2ribu per meja. Juga pengutipan Rp3ribu untuk uang sampah yang langsung dikutip oleh dinas kebersihan.

“Tidak ada campur tangan OKP di sini (Pasar Akik). Ini murni dikelola koperasi, apalagi salah satu pengurus koperasi memiliki hubungan keluarga dengan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin,” ungkapnya. (wol/muhammad rizki/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPRD Medan Dukung Normalisasi Kawasan Lapangan Merdeka

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Komisi C DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, mendukung sepenuhnya wacana ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: