_
Home / Medan / Ketua KPU Medan Berikan Kesaksian Soal Kasus Hoax Pencoblosan Surat Suara
WOL Photo

Ketua KPU Medan Berikan Kesaksian Soal Kasus Hoax Pencoblosan Surat Suara

MEDAN, Waspada.co.id – Pengadilan Negeri Medan kembali menggelar sidang lanjutan kasus penyebar video berita hoax di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan dengan terdakwa Andi Kusuma.

Dalam sidang lanjutan menghadirkan Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik, sebagai saksi pelapor.
Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim diketuai Erintuah Damanik, saksi mengaku awalnya tidak mengetahui seputar postingan video hoax yang isinya terjadi pencoblosan surat suara pasangan calon presiden nomor urut 01.

“Semula saya tidak tahu yang mulia. Waktu itu selesai rapat di Sekretariat KPU Kota Medan, salah seorang komisioner bernama Rinaldi memberitahukan adanya postingan video hoax dengan pemilik akun atas nama Andi Kusmana,” ujar saksi menjawab pertanyaan Erintuah Damanik di Ruang Sidang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (12/6).

Saksi juga mengaku, sempat dipanggil Ketua KPU Sumut, Yulhasni, untuk memberikan klarifikasi seputar postingan terdakwa Andi Kusmana.

“Postingan terdakwa bohong. Jelas merugikan kami sebagai penyelenggara Pemilu 2019 pak hakim. Seolah kami tidak mampu menjalankan amanah undang-undang,” tegas saksi.

Kemudian, atas saran Ketua KPU Sumut saksi melaporkan kasus itu ke Polda Sumut. Setelah diselidiki, ternyata video yang diposting terdakwa ternyata video ricuh di Pilkada Tapteng.

Kesaksian Ketua KPU Kota Medan juga diperkuat saksi Nirwan Nasution, yang merupakan seorang staf di Sekretariat KPU Kota Medan. Postingan video terdakwa adalah bohong alias hoax.

Sementara saksi dari anggota kepolisian, M Adnan Arif Pulungan, yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa mengungkapkan, jejak digital terdakwa bisa ditelesuri dengan alat pendeteksi teknologi informasi dunia maya.

“Terdakwa dalam akun facebooknya mengupload video dan mempostingnya dari handphone di Kota Bekasi, Jawa Barat. Terdakwa juga sempat mengganti profil facebook-nya dengan nama lain. Untuk menghindarkan jeratan hukum terdakwa juga menghapus postingan video tersebut,” sebutnya.

Ketika dikonfrontir hakim ketua, saksi berperawakan langsing tersebut membenarkan bahwa handphone yang dijadikan penuntut umum (JPU) Randi Tambunan SH sebagai barang bukti di persidangan disita dari terdakwa Andi Kusmana saat ditangkap.

Dalam kasus ini, JPU Randi Tambunan pada surat dakwaan menerangkan, terdakwa Andi Kusmana yang merupakan warga Ciamis, Jawa Barat, ditangkap atas informasi dari Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik pada Maret 2019.

“Terdakwa mengunggah sebuah video disertai dengan caption: “KPU Medan digrebek warga sedang mencoblos surat suara 01 kcurangan sudah mulai terlihat secara nyata…keburukan petahana kebusukan rezim jokowi dan kualisinya mulai terbongkar. Penguasa bangsat,” ucap Randi Tambunan.

Atas informasi itu, Ketua KPU Sumut menyarankan Ketua KPU Medan melaporkan pemilik akun facebook atas nama Kusmana ke Polda Sumut. Personil Polda Sumut, kemudian melakukan penangkapan terdakwa Andi Kusmana.

Terdakwa ditangkap karena telah menyebarkan hoax melalui akun Facebook yang menyinggung Iembaga KPU Kota Medan. Akibatnya, saksi korban merasa keberatan karena postingan itu mempengaruhi kepercayaan publik terhadap lembaga KPU dan mempengaruhi situasi keamanan di KPU.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pidana melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 a Ayat 2 UU RI No. 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bupati (Nonaktif) Labuhanbatu Divonis 7 Tahun Penjara

MEDAN, Waspada.co.id – Bupati (nonaktif) Labuhanbatu, Pangonal Harahap, dijatuhi hukuman 7 tahun penjara, denda Rp250 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.