_
Home / Medan / Kepada 50 Penerima Beasiswa China, Maruarar Ingatkan Komitmen pada Indonesia
WOL Photo

Kepada 50 Penerima Beasiswa China, Maruarar Ingatkan Komitmen pada Indonesia

MEDAN, Waspada.co.id – Para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari pemerintahan luar, termasuk dari pemerintahan China, harus senantiasa komitmen dan setia Pancasila dan wajib mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Demikian ditegaskan anggota DPR yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, saat membekali mental dan karkter 50 mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah China, di komplek gedung DPR Senayan, pekan ini (Rabu, 21/8).

Hal ini ditegaskan Maruarar pada puluhan mahasiswa yang mendapat beasiswa atas fasilitator yang dilakukan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) ini di tengah berbagai isu “pro-asing dan pro aseng.” Karena itu para mahasiswa itu harus menunjukkan komitmennya pada Pancasila. “Kalian jangan jadi agen China. Kalian harus jadi agen Indonesia. Kalian pulang harus bermanfaat bagi Indonesia, bukan malah mengabdi pada negara lain,” tegas Ara, demikian ia disapa.

Di depan Ketua Umum INTI, Teddy Sigianto, serta di depan penerima beasiswa tersebut, Maruarar pun meminta mereka untuk membuat komitmen secara tertulis untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Maruarar bahkan bertanya dan berdialog untuk menegaskan komitmen para penerima beasiswa itu. “Mau setia pada Pancasila? Mau komitmen pada NKRI? Mau bela kepentingan Indonesia di atas kepentingan bangsa lain?” tanya Maruarar dan dijawab mau serta siap oleh penerima beasiswa secara serentak.

Maruarar juga meminta mereka untuk menulis dan berbagi pengalaman selama di China di media sosial masing-masing. Juga memastikan bahwa dalam tulisan itu mereka begitu setia pada Indonesia. Mereka pun bersedia melaksakan yang Maruarar sarankan. Sementara kepada Ketua INTI, ia juga mendorong agar tak sekedar mencarikan beasiswa dari pemerintahan China. Namun juga dari negara-negara lain. “Ke Dubai misalnya,” ungkap Ara, yang diiyakan Teddy Sugianto.

Jovan, salah seorang penerima beasiswa asal Sumatera Barat, begitu termotivasi dengan arahan Maruarar. Ia mengatakan bahwa ia sendiri telah menulis catatan kecil yang terkait dengan komitmennya pada Indonesia bila sudah selesai studi. “Kami berjanji akan berbagai pada negeri,” kata Jovan, yang menamatkan sarjana di Univeritas Diponegoro dan melanjutkan pascasarjana di China.

Sementara Ketua Umum Perhimpunan INTI, Teddy Sugianto, menjelaskan bahwa bahwa program ini untuk merekatkan satu sama lain tanpa harus ada kecurigaan. Anak-anak bangsa dari kedua negara ini pun bisa saling berbagi kebudayaan. “Tapi kalian harus kembali ke Indonesia. Berbakti untuk Indonesia. Kalau kalian dapat jodoh disana, ajak ke Indonesia. Jangan malah kalian tinggal disana. Bangun Indonesia,” ungkap Teddy.

Dijelaskan, beasiswa dari pemerintah China ini ditunjukan kepada semua anak-anak siswa dari lintas etnis, agama dan latar belakang. Jadi bukan hanya beretnis Tionghoa. Secara agama juga beragama, dan mereka terdiri dari 30 orang muslim, 8 orang Katolik, 7 orang Kristen dan 5 orang Budha. Di antara mereka juga ada yang berasal dari pesantren.

“Penjaringan penerima beasiswa ini bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), NU dan jaringan pesantren. Beasiswa ini untuk studi jenjang S1, S2 dan S3 di berbagai kampus. Mereka mendapatkan uang kuliah, fasilitas asrama juga uang saku. Uang saku sekitar Rp5-7 juta,” jelas Shanti, yang selama ini mengelola proses beasiswa tersebut.

Sebelum berangkat ke China, difasilitasi Maruarar, para mahasiswa ini pun bertemu dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Dalam arahannya, Bambang Soesatyo mengatakan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar. Penduduk Indonesia terdiri dari 267 juta jiwa dengan 714 suku dan dengan 1.100 bahasa. “Meski kita bangsa besar, namun kita juga harus belajar dari negara maju seperti China. Bahkan China sudah melampaui negara maju,” kata Bambang kepada calon penerima beasiswa itu.

Bambang mengatakan bahwa belajar ke negeri China itu harus membawa oleh-oleh berupa ilmu pengetahuan. Misalnya kelebihan China unggul dalam platform digital harus dibawa ke Indonesia.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bamsoet Kuda Hitam Bursa Caketum Golkar

JAKARTA, Waspada.co.id – Pertarungan sengit memperbutkan kursi ketua umum Partai Golkar dipastikan akan berlangsung dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.