_
Home / Medan / Keluarga Minta Hukum Mati Oknum TNI Penembak Mati Rendi
Ilustrasi

Keluarga Minta Hukum Mati Oknum TNI Penembak Mati Rendi

MEDAN, WOL – Keluarga korban penembakan oknum TNI yang bertugas di Denpom 1/5 BB, Kopda Us, menuntut keadilan agar pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Korban Muh Rendi (23) warga Jalan Brigjen Katamso, Kampung Aur Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, ditembak mati oleh Kopda Us, di Jalan Brigjen Katamso pada Senin (21/9) sekira pukul 03.00 WIB karena persoalan sepele dari kawasan tempat hiburan malam, New Zone, Jalan Wajir Medan.

“Kami minta hukum ditegakkan seadil-adilnya. Adik saya sudah ditembak mati. Kalaulah bisa, pelaku juga dihukum mati,” ujar kakak korban, Devi (25) warga Jalan Brigjen Katamso, Kampung Aur kepada wartawan saat menghadiri sidang perkara penembakan adiknya almarhum Muh Rendi di Pengadilan Militer Jalan Ngumbang Surbakti Medan, Rabu (2/3).

Dituturkan, akibat penembakan Kopda Us, istri almarhum yang baru melahirkan putra mereka menjadi janda. “Tengoklah anak adikku ini, jadi yatim dia. Saat masih dalam kandungan ibunya, adikku sudah ditembak mati oleh pelaku,” kesal Devi.

Kata Devi, sidang tadi hanya mendengarkan keterangan dua orang saksi dari pihak korban. Sidang itu sempat ditunda dari pagi hingga siang menjelang sore karena lambatnya pengacara pelaku datang ke Pengadilan Militer tersebut.

“Sidang selanjutnya akan digelar pada tanggal 10 Maret mendatang. Tapi saya belum tau agendanya,” kata Devi.

Dia berharap, sidang itu akan mengungkap aktor intelektual penembakan adiknya. Sebab, Devi menduga, adiknya memang sengaja untuk dihabisi oleh oknum yang tidak senang melihat almarhum berkembang.

“Dari awal kami sudah curiga, penembakan adik saya ada dalangnya. Mudah-mudahan, sidang ini bisa mengungkap aktor intelektualnya,” pungkas Devi.

Seorang anggota Pomdam I/BB dikonfirmasi di lokasi sidang membenarkan, sidang pelaku penembakan Kopda Us digelar belakangan, karena sebelumnya sidang kasus narkoba melibatkan anggota TNI.

“Mungkin setelah sidang narkoba ini, baru sidang penembakan itu digelar,” tandas PM yang tidak mau namanya ditulis.

Sebelumnya, korban Muh Rendi ditembak dari jarak dekat oleh Us. Penembakan itu berawal dari pertengkaran sesama teman korban dan pelaku di kawasan tempat hiburan malam, New Zone, Jalan KL Sugiono/Wajir Medan pada 21 September tahun lalu.(wol/gacok/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kedepankan K3, Pertamina Lakukan Ini

MEDAN, Waspada.co.id –Mengedepankan faktor kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Pertamina memberikan pelatihan Aspek Health, Safety, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.