Breaking News
Home / Fokus Redaksi / Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Tertinggi di Tanjungbalai
Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumatera Utara, Nurlela. (WOL Photo)
Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumatera Utara, Nurlela. (WOL Photo)

Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Tertinggi di Tanjungbalai

MEDAN, WOL – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumatera Utara, Nurlela, mengaku telah menerima 280 laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi sepanjang tahun 2017.

Dari ratusan laporan kekerasan tersebut, yang mendominasi adalah laporan kekerasan terhadap anak. Didominasi soal kekerasan seks, hak asuh anak, serta kekerasan fisik.

“Angka kekerasan terhadap anak tertinggi berada di Kota Tanjungbalai. Inilah laporan yang kita terima dari keluarga dan tetangga korban. Sebesar 15 persen dari kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yakni kasus penganiayaan. Lalu, kami pelajari dan dalami, kemudian kami kawal hingga ke tingkat kepolisian,” ungkapnya usai Pelatihan PUG, PP dan PA Bagi SDM Media di Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan PWI Sumut di Hotel Four Points Medan, kemarin.

Ditambahkan, pemicu utama terjadinya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumut terbesar disebabkan karena faktor ekonomi. Selain itu, perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) juga menjadi penyebab semakin tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kebanyakan dari laporan yang kami jumpai di lapangan, terjadinya tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak karena dipicu oleh faktor ekonomi. Sedangkan kekerasan seks itu terjadi akibat tidak mampunya masyarakat melakukan filter terhadap perkembangan IT,” imbuhnya.

Indikator lainnya, sebut Nurlela, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak juga diakibatkan tidak seriusnya Pemerintah Daerah dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Oleh karenanya, pemerintah daerah harus mampu memenuhi dan melindungi hak perempuan dan anak.

“Sumut dan Medan harus menjadi kota ramah perempuan dan anak. Pemerintah harus memenuhi hak, menaikkan anggaran dan mengalokasikannya untuk kepentingan perempuan dan anak,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

KPK tetapkan Walkot Mojokerto Tersangka

JAKARTA, WOL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Mojokerto Mas`ud Yunus sebagai tersangka ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.