_
Home / Fokus Redaksi / Segel Penyitaan Centre Point Dirusak, Ulah Siapa?
WOL Photo/Ega Ibra

Segel Penyitaan Centre Point Dirusak, Ulah Siapa?

MEDAN, WOL – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, segera menindaklanjuti adanya informasi pengrusakan segel penyitaan yang ditempel oleh tim penyidik Kejagung di kawasan pertokoan di Komplek Medan Centre Point. Kejatisu sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Kejagung yang menangani perkara tersebut.‬

‪Selain melaporkan kasus tersebut kepada Kejagung, Tim Pidsus bersama Intel Kejati Sumut telah turun ke lokasi untuk memastikan adanya laporan pengrusakan itu. Apabila memang benar maka ada sanksi hukum kepada para pelakunya,” kata Wakajati Sumut, Amir Yanto didamping Kasi Penkum Kejatisu, Chandra Purnama Pasaribu kepada wartawan, Kamis (17/6).

‪Amir juga mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang telah memberitahukan adanya kejadian tersebut.‬ Dikatakan, tidak ada pihak yang berhak melakukan pengrusakan segel tersebut. Mengenai sanksi kepada para pelaku, Wakajatisu menegaskan pasti ada sembari menunggu hasil temuan tim yang telah diturunkan ke lapangan.‬

‪Pengrusakan segel sita yang ditempel penyidik Kejagung tersebut merupakan perbuatan melawan hukum.‬ Menurutnya, menyegel atau memasang plang sita merupakan wewenang penyidik yang tak bisa diganggu gugat. Sehingga bentuk pengrusakan yang dilakukan oleh siapa pun merupakan perbuatan melawan hukum.‬

‪Sebelumnya, Juru Bicara Pengadilan Negeri Medan Fauzul Hamdi mengatakan, penyitaan sejumlah bangunan di komplek Centre Point tersebut telah mendapat izin dari pengadilan. Namun, kata Fauzul, yang disita merupakan dokumen-dokumen kepemilikan untuk dijadikan sebagai barang bukti.‬

‪“Tidak masalah kalau aktivitas perekonomian tetap berjalan di dalamnya itu. Dalam materi penyitaan itu, juga kan disebutkan bahwa tidak ada penghentian operasional. Hanya menyita Hak Pengelolaan Lahan (HPL) 1, 2 dan 3. Kemudian, berupa tanah seluas 2.200 meter atas nama Pemko Medan yang diatasnya sertifikat HGB nomor 1147. Kemudian tanah seluas 26.620 m dan sertifikat HGB nomor 1151.‬

‪Dalam surat penetapan penyitaan nomor 33/Sit/Pidsus-TPK/2015/PN.Mdn tertanggal 6 Mei 2015, PN Medan mengabulkan sebagian permohonan sita yang diajukan oleh Kejagung. Surat penyitaan itu sendiri ditandatangani oleh Wakil Ketua PN Medan, Marsudin Nainggolan.‬

‪”Dengan begitu, aktivitas perekonomian di dalamnya tetap seperti biasa, tidak ada penghentian operasional. Karena yang disita hanya berupa dokumen-dokumen untuk kepentingan penyidikan, makanya itu disegel penyidik,” terangnya. (wol/lihavez/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Masyarakat Belum Memahami Konsep Wisata Halal

MEDAN, Waspada.co.id – Terkait dengan wisata halal Danau Toba, Pengamat Pariwisata dan Ekonom Sumatera Utara ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.