_
Home / Medan / Kebakaran Medan Plaza, Polresta Kambing Hitamkan Pedagang?
WOL Photo/Mrz

Kebakaran Medan Plaza, Polresta Kambing Hitamkan Pedagang?

MEDAN, WOL – Pasca diperiksa oleh pihak Polresta Medan 2 September lalu dengan nomor surat panggilan nomor S.Pgl/2939/VIII/2015/Reskrim, para pedagang Medan Plaza Centre mendatangi gedung DPRD Medan, Senin (7/9), guna meminta perlindungan dari wakil rakyat.

Perwakilan para pedagang, Tumpal Tampubolon menjelaskan, salah seorang pedagang dipanggil untuk dimintai keterangan atas peristiwa kebakaran yang menghanguskan gedung berlantai 6 tersebut beserta barang yang ada di dalamnya. Namun dari isi surat pemeriksaan, menindak lanjuti laporan yang masuk ke Polresta Medan, bahwa pelapor seorang polisi berpangkat Aiptu A Yani Ginting.

“Di sini kami bigungnya pak. Kebakaran di Medan Plaza polisi yang menangani, tapi yang membuat laporan malah aparat kepolisian juga. Ada apa ini. Jelas ini menurut kami sangat janggal. Dan bagaimana pun kami tidak mengerti akan masalah hukum, setiap peristiwa yang kami baca di media, bila sudah dipanggil untuk memberi keterangan, maka kemungkinan besar akan jadi tersangka. Kami khawatir kami ini dijebak,” ungkap Tumpal di depan Ketua Komisi C DPRD Medan, Salman Alfarisi.

Tumpal meyakini akan ada pedagang yang dijadikan tersangka, serta manajemen Medan Plaza berupaya menghindar dari tanggung jawab. Bukan cuma itu saja, kejanggalan ke dua menurut para pedagang, manajemen Medan Plaza berupaya melakukan intimidasi dan menekan pedagang agar tidak menuntut.

“Saat kami mengambil barang-barang dari toko, langsung kami mendapatkan surat acara serah terima barang. Tapi yang janggal di alinea kedua ada dibuat catatan. Kalau diperhatikan betul-betul, isi surat itu menjebak. Surat itu bukan surat serah terima barang, melainkan menjebak pedagang agar tidak melakukan tuntutan apapun sampai kapanpun kepada manajemen. Lihat saja di atas bagus, tapi di bagian bawah ada catatan,” jelas Tumpal sambil menunjukan surat kepada Salman.

Dalam fotokopi surat serah terima barang yang ditunjukkan pedagang, pada bagian bawah surat dengan tulisan catatan tertulis bahwa “tentang segala kecelakaan dan atau segala akibat dari keberadaan pihak toko di areal Gedung PT Medan Plaza adalah menjadi tanggung jawab orang yang ditunjuk/penanggungjawab toko/kios. Karenanya manajemen PT Medan Plaza dibebaskan tanggungjawab baik secara perdata dan atau pidana akan hal-hal yang terjadi di kemudian hari”.

Anehnya lagi, sambung Tumpal, pihak manajemen Medan Plaza meminta kepada pedagang untuk menyerahkan dokumen-dokumen tanda usaha di Medan Plaza. “Inilah kejanggalan-kejanggalan yang kami temukan. Kami menduga akan ada kambing hitam. Artinya, kesalahan akan dilimpahkan kepada pedagang dan management Medan Plaza tidak akan memberikan ganti rugi apa pun dengan alasan dibalik surat pendataan,” paparnya seraya menyebutkan kalau persoalan tersebut telah mereka laporkan ke Mabes Polri dan Menko Polhukam.

Menjawab semua keluhan tersebut,  Ketua Komisi C DPRD Medan Salman Alfarisi yang didampingi Wakil Ketua Komisi C Gofried Effendi Lubis, anggota Komisi C lainnya, sangat menyayangkan tindakan manajemen Medan Plaza. Pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada seluruh pihak agar persoalan ini dapat segera di atasi. “Kita akan gelar rapat gabungan bersama Komisi A karena sudah terkait dengan persoalan hukum, termasuk Polresta Medan. Sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut,” pungkas Salman.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

HT Bahrumsyah: Pekan Depan AKD DPRD Medan Diparipurnakan

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Ketua DPRD Medan, HT Bahrumsyah, menjelaskan bahwa 8 fraksi yang ada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.