Home / Fokus Redaksi / “Keamanan Negara Lebih Penting Dari Retorika Politik Yang Memprovokasi”
Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH (WOL Photo)

“Keamanan Negara Lebih Penting Dari Retorika Politik Yang Memprovokasi”

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, menanggapi ancaman Muhammad Syafi’i, anggota Komisi III DPR RI yang akan merekomendasikan untuk dicopot dari jabatannya.

“Semua yang dijalankan sejak menjabat Kapolda Sumatera Utara, semata menjalankan amanah yang dipercayakan kepada saya dan tetap mengacu pada UU No 2/202 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Kapoldasu, Sabtu (2/3).

Agus yang memiliki karir cukup lama di Sumatera Utara ini mengaku sudah sangat mencintai daerah ini. Sehingga dirinya tidak rela jika kerukunan yang selama ini sudah terjalin sangat erat di Sumatera Utara, rusak dan tercabik karena kepentingan politik perorangan atau kelompok tertentu.

“Kepentingan satu kelompok, apalagi perorangan, tidak boleh mengalahkan kepentingan masyarakat banyak dan negara, sehingga sebagai Kapolda Sumatera Utara saya bertanggungjawab untuk menetralisir paham kebencian dan arogansi merasa paling benar yang sudah meracuni sebagian masyarakat Sumatera Utara karena kepentingan tertentu,” tegasnya.

Agus menuturkan negara harus hadir dan tidak boleh abai karena ini ancaman keutuhan berbangsa dan bernegara, bahkan ancaman bagi agama.

“Semua kegiatan yang dilakukannya di Sumatera Utara termasuk sepanjang masa Pemilu serentak Pilpres dan Pileg di Tahun 2019 ini, merupakan kegiatan yang netral dan tidak berpihak pada paslon manapun, partai apapun dan caleg manapun,” ungkap Jenderal Bintang Dua ini.

Jika ada yang merasa terusik karena upaya untuk menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara yang diamanahkan undang undang kepadanya, itu tidak dipersoalkan karena menurut Agus, sejak ia bertugas di Polri, ia sudah menyerahkan semua pada ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Sebagai penanggung jawab kepolisian di Sumatera Utara keamanan dan ketertiban jauh lebih penting daripada retorika politik yg memprovokasi, tebar kebencian, fitnah yang bisa memecah belah, merasa benar sendiri, mengekspolitasi agama, dampaknya bisa merusak persatuan dan kesatuan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Jahtanras Poldasu Ciduk 2 Maling Motor di Parkiran Kemenkumham

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Khusus Subdit III/Jahtanras Polda Sumut, ciduk dua tersangka maling sepeda motor ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: