_
Home / Medan / Kasat Binmas: Jokowi Komunis Adalah Hoax
Ket foto: Seminar "Anti Komunisme dan Hoax," yang digelar oleh Remaja Muslim Nurussalam (Remnus) dengan tema "Generasi Milenial Peduli Negara dan Anti Komunisme," Minggu (24/3).

Kasat Binmas: Jokowi Komunis Adalah Hoax

MEDAN, Waspada.co.id – Sebelum mengenal apa itu komunisme lebih dalam, kita harus mengenal ciri-ciri pahamnya. Komunisme itu atheis, yaitu tidak beragama. Orang komunis tidak mungkin mempunyai agama. Selain itu orang komunis sering tidak menghargai hak individu manusia karena tujuan kelompoknya yang dituju.

Demikian disampaikan Kasat Binmas Polrestabes Medan, AKBP Rudi Hartono S.IK MM, selaku narasumber dalam seminar “Anti Komunisme dan Hoax”, yang digelar oleh Remaja Muslim Nurussalam (Remnus) dengan tema “Generasi Milenial Peduli Negara dan Anti Komunisme.”

Dijelaskan, orang komunis juga menyebarkan teori atau paham yang bertentangan di masyarakat kita seperti kepercayaan terhadap Tuhan. Paham komunis menganut satu partai, mereka ingin negara hanya mempunyai satu partai dan tunduk terhadap partai tertentu.

“Selama ini telah banyak beredar isu komunisme diduga tumbuh lagi di Indonesia. Hal itu kita ketahui dari media sosial. Namun apakah benar seperti itu? Atau hanya hoax. Berkembangnya komunis di Indonesia saat ini adalah hoax yang dibuat dengan tujuan memperkeruh situasi politik Indonesia. Karena selama ini hal-hal yang diduga menjadi indikator komunisme tumbuh tidak bisa dibuktikan terutama kalau di hadapkan ciri-ciri komunisme,” ujarnya di Aula Kantor Camat Medan Selayang, Jalan Bunga Cempaka No. 54 A Padang Bulan Selayang II Medan, Minggu (24/3).

Sebagai contoh, lanjut AKBP Rudi Hartono, kita menuduh Pak Jokowi Komunis, apa betul?

“Apa buktinya? Karena selama ini tidak ada data konkrit yang membuktikan hal tersebut. Atau jangan-jangan itu hoax untuk menjatuhkan Pak Presiden oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang menginginkan negara ini diliputi rasa resah yang tidak berkesudahan tanpa ada bukti jelas,” ujarnya.

“Mari kita bandingkan Presiden Jokowi dengan ciri-ciri komunisme. Pak Jokowi orang Islam yang sering sholat, memimpin negara yang mementingkan rakyat, tidak menyebarkan paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa dan tidak membuat negara ini hanya memiliki satu partai. Jadi jelas Pak Jokowi bukan seorang komunis dan hal tersebut hoax”, tegasnya.

Sementara Edwarsyah, ST selaku Ketua Back To Muslim Identity Community, menyatakan bahwa asal mula pemikiran berdirinya komunisme berasal dari ketidakadilan di dalam pekerja sehingga muncul pemberontakan, sehingga terjadi revolusi berdarah di Uni Soviet.

“Ada tiga ideologi di dunia yaitu Ideologi Islam berlandaskan hukum halal haram, kemudian ada sosialis komunisme berlandaskan pola pikir material, dan ideologi kapitalis merupakan pemodal besar adalah pengatur segalanya, berperilaku berdasarkan untung rugi nominal mata uang yang diperoleh.

“Satu-satunya ideologi yang shohih adalah ideologi yang diterapkan di Indonesia ini. Sebab mampu mengatasi berbagai masalah kehidupan manusia demi kebaikan dan keadilan yang hakiki, atas dasar perintah Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Seminar ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari kalangan remaja SMA dan Mahasiswa Kota Medan.(wol/data1)

适适

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Menko Luhut: Pembangunan Ibu Kota Baru Cukup 3 Tahun

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan apa saja yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.