_
Home / Medan / Kapolri Diminta Tuntaskan Kasus Berdarah di Unimed
WOL Photo/Lihavez SA

Kapolri Diminta Tuntaskan Kasus Berdarah di Unimed

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, diminta turun tangan menyelesaikan kasus pengeroyokan hingga tewas yang dilakukan satpam Kampus Unimed terhadap Jhony Fernando dan Steven Sihombing karena dituduh maling helm.

Pasalnya, saat ini masih ada tujuh pelaku yang telah ditetapkan sebagai DPO masih belum juga tertangkap.

“Kami minta Kapolri agar mengatensikan kasus pengeroyokan hingga menewaskan anakku dan temannya karena dituduh maling yang dilakukan satpam Unimed,” ujar Romanti Boru Limbong ibu kandung korban Jhony, Kamis (11/4).

Dalam kasus itu, Romanti sangat mengapresiasi Polrestabes Medan karena berhasil menangkap empat oknum satpam Unimed yang diduga melakukan penganiayaan.

“Saya sangat berharap sekali supaya ke tujuh pelaku yang sudah ditetapkan menjadi DPO segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saya juga sangat berharap kepada Kapolri supaya kasus pembunuhan terhadap anak saya bisa terselesaikan dengan menangkap pelaku lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan wanita paruh baya ini, bahwa pada Senin (8/4) lalu, pihaknya bersama LBH telah menyambangi Kampus Unimed.

“Tujuan kami datang ke kampus itu untuk berbicara langsung dengan pak rektor. Bagaimana pertanggungjawaban atas apa yang dialami anakku bersama temannya. Namun pihak satpam mengatakan rektor tidak ada di tempat. Sementara para mahasiswa saat ditanyai mengaku jika rektor ada di ruangannya,” ungkapnya.

Kedatangan pihak keluarga bersama LBH, sambung Romanti, seperti menghalangi jalan untuk bertemu rektor.

“Oknum satpam sempat mengusir saya karena mengenakan sendal. Saya langsung mengatakan apakah oknum satpam itu tidak memiliki sertifikat serta terlibat pembunuhan terhadap anaknya. Oknum satpam itu kemudian meninggalkan kami,” jelasnya.

Lanjutnya, tak lama pihak Unimed menghampiri orangtua korban untuk menyampaikan akan dihubungi pada Selasa siang untuk dipertemukan dengan rektor. Dan akhirnya keluarga korban pulang ke rumahnya masing-masing.

“Hingga Rabu sore pihak kampus tidak ada menghubungi kami. Dalam waktu dekat kami akan melakukan demo ke Kampus Unimed,” pungkasnya.

Sebelumnya, Joni Pernando Silalahi (30) dan Steven Sihombing (21) diduga tewas setelah diamuk massa dan satpam Unimed.

Pasalnya, kedua pria yang merupakan warga Jalan Tangkul I Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung diduga melakukan pencurian helm di Kampus Unimed Jalan Selamat Ketaren/Pasar V Timur Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan. (wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kompol Revi Jawara Bongkar Pasang Senjata Laras Panjang

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani, menjadi juara satu di ajang bongkar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: