Home / Medan / Kapolrestabes Selidiki Aksi Premanisme di Pasar Reformasi
WOL Photo

Kapolrestabes Selidiki Aksi Premanisme di Pasar Reformasi

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, dan jajaran turun langsung ke Pasar Reformasi Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.

Kedatangannya karena mendapat informasi bahwa para pedagang mendapat ancaman dan lapak dagangannya dirusak oleh belasan preman.

Pantauan di lokasi, dengan didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, Kapolsek Medan Barat Kompol Coky Sembiring Milala dan belasan petugas lainnya, langsung berjalan di gang sempit tersebut guna menemui para pedagang.

Mengetahui kedatangan orang nomor 1 di Polrestabes Medan itu, para pedagang mengungkapkan, pada Rabu (19/9) lalu keluar surat edaran dari pihak preman bahwa Pasar Reformasi akan dibangun lagi.

Setelah ada surat edaran dari preman berinisial J tersebut, para pedagang merasa ketakutan, sebab para preman akan memaksa pedagang harus membayar. Jika tidak membayar untuk biaya lapak berjualan, akan diambil pihak preman. Pedagang mengatakan, dalam 1 minggu surat edaran keluar, para preman langsung membagun pajak dan tanpa koordinasi dengan pihak pedagang.

Satu minggu sudah berlalu, para preman langsung memasang kerangka besi dan tembok, juga merusak meja dan mengancam para pedangan. Pedagang yang ketakutan, langsung memberikan uang kepada J. Tak terima dengan hal itu, seorang pedagang mewakili pedagang lainnya, Nursiarida (45) melaporkan J terkait pengancaman dan pengrusakan lapak dagangannya yang tertuang di Nomor: STTLP/2113/K/IX/SPKT Restabes Medan, Tanggal 27 September 2018.

Setelah mendengarkan keluhan pedagang, Kombes Dadang memerintahkan langsung Satpol PP Kecamatan Medan Barat yang juga di lokasi untuk merubuhkan kerangka besi dan bangunan setengah jadi itu. Atas instruksi Kapolrestabes, Sapol PP langsung memotong seluruh kerangka besi dengan menggunakan las karbet, serta merubuhkan bangunan dengan palu.

Kombes Dadang, Selasa (2/10), mengatakan kedatangannya ke Pajak Reformasi ini sudah kedua kalinya. Pada, Sabtu (26/5) lalu ia pertama sekali datang ke lokasi untuk mendengar keluhan para pedagang yang diduga mendapat ancaman dari para preman dan lapak dagangannya dirusak.

“Saat pertama sekali saya datang ke Pajak Firdaus ini, saya sudah berbicara dengan J dan rekan-rekannya untuk tidak melanjutkan bangunan itu. Dan saya juga sudah memerintahkan pihak kecamatan dan kelurahan untuk merubuhkannya. Dan mereka sudah berjanji akan melaksanakannya,” ujar Kapolrestabes.

Kedatangannya yang kedua ke lokasi sambungnya, karena ada informasi dari pedagang bahwa mereka kembali diancam dan lapak dagangannya dirusak. Serta bangunan kembali dilanjutkan. Kapolrestabes yang melihat itu langsung perintahkan supaya kerangka dan bangunan dibongkar.

“Kemarin pihak kecamatan dan kelurahan berjanji untuk membongkar kerangka dan bangunan tanpa izin itu. Namun saat saya datang lagi, justru bangunan tersebut dilanjutkan. Makanya saya perintahkan lagi untuk dibongkar sekarang juga, dan itu harus segera dilaksanakan,” katanya.

Ketika disinggung terkait laporan para pedagang ke Polrestabes Medan, Dadang menegaskan akan memprosesnya.

“Kalau sudah dilaporkan, segera kita proses jika memang ada indikasi pidananya,” pungkas Kapolrestabes. (wol/lvz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Polrestabes Medan Amankan 476 Pisau Cukur Palsu

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Unit Ekonomi Sat Reskrim Polrestabes Medan mengungkap penjualan pisau cukur palsu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: