Home / Medan / Kapolrestabes Keluarkan DPO Ketua Ormas Persekusi Ibu dan Anak
WOL Photo/Lihavez

Kapolrestabes Keluarkan DPO Ketua Ormas Persekusi Ibu dan Anak

MEDAN, Waspada.co.id – Kasus persekusi terhadap ibu dan anak yang dilakukan ketua ormas berinisial MP terus diselidiki Polrestabes Medan.

Dalam penuturannya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, mengatakan telah mengeluarkan DPO terhadap MP yang kini masih melarikan diri. Selain itu, telah dibentuk Timsus untuk melakukan pengejaran.

“Kami minta kepada MP untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegasnya, Selasa (18/9).

Diketahui, aksi persekusi yang dilakukan MP berawal dari curhatan hati Siliyana Angelita Manurung, melalui media sosial yang mengaku dianiaya bersama ibunya oleh warga di wilayah tempat tinggalnya.

Angelita yang tinggal di daerah Medan Estate, Deliserdang ini, meminta tolong kepada warganet, lembaga bantuan hukum (LBH), dan para jurnalis untuk menolongnya dan ibunya yang menjadi korban persekusi.

Melalui video yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (12/8/2018), Angelita dengan bekas lebam masih nampak di wajahnya, menceritakan kejadian sambil menangis.

Menurutnya, Selasa (11/9) malam, dua orang pemuda datang ke rumah mereka ingin menjual sepatu kepada ibunya yang dikenal di daerah itu sebagai penjual tuak dan memiliki lapo.

“Awalnya ibu saya menolak, tapi anak itu memaksa karena dengan alasan ingin membeli nasi karena belum makan.
Akhirnya mamakku membelinya,” tuturnya.

Esoknya, Angelita dibangunkan oleh pekerja di lapo milik ibunya.

“Tadi pagi, saya juga tidak tahu bagaimana ceritanya, saya masih tidur di kamar, pekerja di sini membangunkan saya sembari berkata mama di arak-arak sama orang kampung sini. Gara-gara mama beli sepatu dari si Basir,” ujarnya sembari mengaku ibunya diikat di pohon.

Saat hendak menolong ibunya, Angelita mengaku dianiaya oleh seorang pria, MP, yang menurutnya adalah pimpinan sebuah ormas. Awalnya, Angelita berkata bahwa pria itu tidak berhak menghakimi ibunya. Ternyata setelah itu pukulan MP melayang ke wajahnya sebanyak dua kali.

“Lalu saya ingin maju lagi, tetapi masyarakat memegang saya sampai saya terjatuh di tanah. Kemudian mama saya diarak-arak lagi sampai di lapangan bola samping rumah saya,” pungkas Angelita yang yatim dan tinggal berdua dengan ibunya.(wol/lvz/data1)

Edtor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pelarian Riki Sang Perampok Pegawai Jasa Marga Berakhir di Tangan Polisi

MEDAN, Waspada.co.id – Riki Syahputra (28) warga Kampung Kurnia, Jalan Selebes, Kelurahan Belawan II, diringkus ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: