Breaking News
Home / Fokus Redaksi / Kapoldasu: Ada Potensi Aksi Teror di Sumut
WOL Photo/Ega Ibra
WOL Photo/Ega Ibra

Kapoldasu: Ada Potensi Aksi Teror di Sumut

MEDAN, WOL – Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, mengakui aksi terorisme berpotensi di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Sehingga diminta kepada masyarakat untuk peka terhadap keadaan dan kondisi sekelilingnya.

“Ada, semua daerah berpotensi aksi terorisme,” terangnya kepada wartawan usai bersilaturahmi dengan para Pendeta, Pastur dan Pemuka Agama Budha se-Sumut di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Rabu (21/12).

Rycko menyebutkan, silaturahmi tersebut berkaitan dengan pengamanan dalam rangka Perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk berdialog dan sharing informasi sekaligus mengucapkan terimakasih atas kerjasama selama ini dalam menjaga kamtibmas dan persatuan dalam keberagaman.

“Menghadirkan kembali negara untuk melindungi bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat proaktif memberikan pengamanan baik diminta oleh masyarakat maupun tidak diminta,” katanya menjelang Natal, mobilisasi masyarakat pada Natal dan Tahun Baru cukup tinggi, terutama di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, jalur transportasi darat, laut dan udara.

Kapolda menuturkan, Sumatera Utara salah satu barometer keamanan Indonesia yang penduduknya sangat heterogen seperti pengalaman di Sumut terjadinya penembakan Pendeta Jam Surbakti (Oktober 2000), Curas di Bank Lippo Medan (Mei 2003), perampokan di Bank CIMB Niaga Medan (Agustus 2010), penyerangan di Mapolsek Hamparan Perak (Sept 2010).

Kemudian, percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep (Agustus 2016), peristiwa intoleransi kegiatan keagamaan di gedung Sabuga Bandung, serta temuan bom panci di Bekasi dan penangkapan beberapa orang terduga teroris diantaranya ada dua orang perempuan, DYN dan IPS.

Dalam pengamanan itu, sambungnya, personel berbagai satuan akan dilibatkan di gereja-gereja (giat ibadah, orang, parkir, tas), tempat-tempat digunakan perayaan Natal (gedung, lapangan, rumah). Tempat keramaian (objek wisata, hotel, mall, Obvit, tempat-tempat perayaan Tahun Baru dan simbol-simbol asing), pemukiman Tionghoa.

“Saya berharap kepada para Pendeta, Pastur dan Pemuka Agama Budha untuk sama-sama membantu dan berkomitmen menjaga situasi kamtibmas terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Bahkan kita meminta kerjasama yang sinergis dari semua tokoh agama untuk membina masyarakat agar menumbuhkan sikap toleransi dan mayoritas melindungi minoritas, dan yang minoritas menghormati yang mayoritas dan mari bersama-sama mencegah radikalisme serta menjaga kerukunan antara umat beragama,” tukas Kapolda.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

Mahasiswa Tabagsel Minta Poldasu Usut Dana Hibah Tabagsel

MEDAN, WOL – Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Bersatu Tapanuli Bagian ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.