Home / Fokus Redaksi / Kaleidoskop: Inilah Bandar Narkoba yang Ditembak Mati Polisi
WOL Photo/Ega ibra

Kaleidoskop: Inilah Bandar Narkoba yang Ditembak Mati Polisi

MEDAN, WOL – Menutup akhir tahun 2017, Polisi Daerah (Polda) Sumatera Utara, Polrestebes dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP) menembak Mati puluhan bandar narkotika jaringan internasional.

Selain menembak mati bandar narkoba, petugas juga menyita ratusan kilogram narkotika jenis sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi siap edar sebagai barang bukti. Tak tanggung-tanggung, harga nominal barang haram ini ditaksir ratusan miliar rupiah.

“Ya selama 2017 sudah puluhan bandar narkoba yang kita tembak mati dengan barang bukti ratusan kilogram sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi,” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung, Minggu (17/12).

Adapun data identitas bandar narkoba yang ditembak mati versi Waspada Online, yakni bandar narkoba berinisial B warga Tanjung Morawa ditangkap di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan Masjid Raya, Medan pada Jumat (13/1). Dari tangan tersangka disita barang bukti 10 Kg sabu.

Selanjutnya, Abdurahman (49) terpaksa ditembak mati karena melawan polisi saat ditangkap pada Senin (6/3). Dari tangan tersangka disita barang bukti 48 Kg sabu dan 70 ribu butir pil ekstasi.

Menurut keterangan, tersangka Abdurahman merupakan sindikat jaringan peredaran narkoba internasional Malaysia-Indonesia. Bahkan dari hasil pemantauan petugas pada pertengahan Februari tersangka menjalankan bisnisnya dibantu tujuh orang rekannya dengan menggunakan jalur laut dan udara.

Kemudian, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) menembak mati kurir narkoba di Tanjungbalai, Senin (17/4) dini hari. Dalam penindakan tersebut, sebanyak 21 ribu butir pil ekstasi dan 1 Kg sabu disita petugas.

Kurir narkoba yang ditembak mati itu berinisial RAA. Selain itu, petugas juga membekuk 5 orang pelaku. Kelimanya yakni AYP (19), SS (18), SYS (45), ARS (62) dan JS (40). Diketahui kurir narkoba yang ditembak mati merupakan jaringan Malaysia-Tanjungbalai (Sumut).

Pada 13 Agustus 2017 personel Unit Reskrim Polsek Medan Timur menembak mati Aiyub (54) atas kepemilikan 2 Kg sabu. Nantinya barang haram itu, akan diedarkan di Kota Medan. Tak sampai di situ, polisi kembali membekuk bandar narkoba berinisial SPD alias DIN (41) kurir 134 Kg sabu.

Lalu, pada Kamis 14 September 2017 polisi menembak mati bandar narkoba bernama Husni di Kabupaten Langkat Dari tangan warga Binjai Timur petugas menyita 3 kilogram sabu.

Tindak tegas polisi kembali dilakukan dengan menembak mati dua bandar sabu bersenjata api di Kota Medan pada Rabu (4/10). Dalam penangkapan turut diamankan  2 Kg sabu. Kedua pelaku yang ditembak mati berinisial B (40) dan NS (35) warga Aceh ditangkap di Jalan Besar Tembung, Kecamatan Medan Tembung atas laporan dari masyarakat.

Terakhir, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut meringkus 14 tersangka dan total barang bukti 38 kg sabu dalam kasus narkoba yang diduga melibatkan Kapolsek Lolowau, Polres Nias Selatan (Nisel) dan satu oknum personel Polres Tanjungbalai, pada Selasa (5/12).

Penangkapan 14 tersangka tersebut dilakukan di waktu dan lokasi yang berbeda. Empat tersangka ditembak, satu meninggal dunia. (wol/lvz/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

PNS Sumut Juara 1 Korupsi di Indonesia, Ini Komentar Warga

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 12 September 2018 lalu, memaparkan bahwa terdapat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: