Breaking News
Home / Medan / Kadishub Medan Hadapi Pabetor Demo
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat hadapi ratusan pabetor yang melakukan unjuk rasa. (WOL. Photo/gacok)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat hadapi ratusan pabetor yang melakukan unjuk rasa. (WOL. Photo/gacok)

Kadishub Medan Hadapi Pabetor Demo

MEDAN, WOL – Ratusan pabetor tergabung dalam Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) melakukan unjuk rasa di kantor Dinas Perhubungan Kota Medan, Jalan Pinang Baris, Senin (20/3).

Kehadiran abang betor ke kantor Dishub dengan tertib dalam pengawalan petugas Sabhara Polsek Medan Sunggal.

Dalam orasinya, mereka minta tutup dan hentikan seluruh operasional seperti aktivitas Go-Jek, Grab, Go-Car, Grab Car, Uber dan angkutan berbasis online lainnya, karena mengurangi pendapatan abang becak, supir taksi dan angkot.

“Organda, Gubsu, Wali Kota Medan, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kota Medan, pengecut, tidak berani mengambil tindakan tegas dengan menindak angkutan berbasis online. Untuk itu, bubarkan saja badan hukum, yayasan, asosiasi pengusaha becak, maupun organisasi becak yang tidak memikirkan dan berbuat untuk kesejahteraan abang becak,” ujar pendemo.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Renward Parapat, usai orasi dari pihak pabetor, menyatakan aspirasi mereka telah ditampung dan akan dibicarakan pada pimpinan.

“Kami sudah mengadakan rapat tanggal 7 Maret 2017 di kantor Wali Kota Medan dan kesimpulan dari rapat, jika perizinan belum dapat dipenuhi, diminta kepada angkutan aplikasi online Grab dan Go-Car agar tidak beroperasi di wilayah Kota Medan,” terang Renward.

Ditambahkan, hal ini juga sudah dibahas oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, tentang penertiban akun aplikasi online angkutan sewa ilegal.

“Beliau sudah melayangkan surat kepada Bapak Mentri Komunikasi dan Informatika untuk mendukung penertiban angkutan berbasis online, agar tidak menerima registrasi terhadap kendaraan/pengemudi yang belum memenuhi persyaratan dan menonaktifkan/memblokir akun aplikasi online yang sudah diberikan terhadap kenderaan/pengemudi yang belum memenuhi persyatatan,” pungkas Renwad.

Setelah memberikan beberapa penjelasan, Renward meninggalkan para pabetor dan pendemo membubarkan diri.(wol/gacok/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Mezut Ilham

3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK, Ini Tuntutan Mahasiswa

MEDAN, WOL – Puluhan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), siang ini menggelar aksi unjuk rasa ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.