Home / Medan / JR Saragih Nangis dan Akan Lakukan Perlawanan Hukum
WOL Photo/Ridin

JR Saragih Nangis dan Akan Lakukan Perlawanan Hukum

MEDAN, WOL – JR Saragih merasa kecewa dan akan mangadakan perlawanan hukum karena tergusur dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada Pilgubsu 2018.

“Ada dua juta lebih pencinta JR Ance, saya harap tetap melakukan yang terbaik tidak ada satupun boleh ribut, biarkan hukum yang berjalan semua kita solid tak perlu salahkan yang mana, biarlah nanti keputusan, masih ada di atas manusia Tuhan,” ujar JR Saragih manangis ketika diwawancarai Waspada Online, usai rapat pleno terbuka KPU Sumut penetapan pasangan calon pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut di HoteL Grand  Mercure Medan Senin (12/2).

Menurut JR Saragih semua persyaratan dokumen bakal calon Gubernur yang telah diajukan ke KPU Sumut sudah dipenuhi.

”Ini ijazah SMA saya, ini legalisir Dinas DKI Jakarta Tahun 2015, ini NEM-nya, saya mencalon jadi bupati periode kedua, Ketua KPUnya sama, orangnya sama, jelas ya, ini surat dari dinas 2015, tutup SMA saya, saya leges dari Dinas Pendidikan DKI, ini suratnya 2015 dari kepala dinas. Waktu itu digugat, ini putusan dari Mahkamah Agung. 2017 saya legalisir lagi, ada tanggalnya 2017, tanggalnya (19/10/2017), ini legalisirnya, ini legalisair NEMnya, ini suratnya dari Kepala Dinas DKI.

Setelah dikonfirmasi oleh Partai Demokrat betul nggak ada masalah ijazah, ini jawabannya, dijawab pada tanggal 19 Januari 2018 yang tembusannya kepada KPU dan Bawaslu dan mengatakan ijazah tersebut dilegalisir oleh kepala dinas dan kepala dinas sendiri yang mengatakan, di poin 4. Ijazah tersebut ada, bukan ijazah dipersoalkannya.

Sekarang legalisir, disebut di sini, tembusannya ke KPU dan Bawaslu. Setelah itu, saya nggak tahu tanggal 22 Januari, KPU membuat surat dibalas 22 sedangkan klarifikasi batasnya tanggal 20, surat saya masuk tanggal 19 Januari ke KPU dari dinas pendidikan, ini jawabannya dari dinas pendidikan, tapi yang jawab bukan kepala dinas, mana yang lebih tinggi kepala dinas atau sekretaris?

Dijawab oleh sekretarisnya ijazah tersebut tidak pernah dilegalisir, bukan ijazahnya bermasalah, legalisirnya dikatakannya, tidak pernah dilegalisir, tapi tanggal 22 sudah lewat batas waktu, jad mana yang mau kita percayai sekarang ini?

Ya kita akan gugat, karena kita sudah pernah ke Mahkamah Agung ini, dan sudah diputus ini secara sah. Sesuai ini ke Bawaslu dulu, proses hukum, kan batas waktu ada tiga hari, kami siapkan dulu gugatannya  tentu terus terang  aja Partai Demokrat, PKPI tidak mungkin akan tinggal diam.

Yang jelas ijazah sudah saya tunjukkan, legalisir sudah saya tunjukkan yang tanda tangan kepala dinas pendidikan langsung, ya entah siapapun yang digugat pokoknya kita lihat Tuhan masih ada di atas manusia,” kesal JR Saragih sembari meninggalkan Hotel Grand Mercure.(wol/rdn/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bawaslu Perlu Keterangan Erick Tohir Soal Iklan Tim Jokowi

JAKARTA, Waspada.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI berharap bisa memeriksa Erick Thohir, ketua Tim ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: