Home / Medan / Jelang Ramadhan, KPPU Medan Sidak RPH
WOL Photo/Eko kurniawan

Jelang Ramadhan, KPPU Medan Sidak RPH

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Medan melakukan inspeksi mendadak ke rumah potong hewan (RPH) di daerah Kampung Lalang Medan.

“KPPU ingin memastikan tidak terjadi gangguan penyaluran bahan pangan strategis khususnya daging sapi menjelang Bulan Suci Ramadhan di tahun 2018,” ujar Kepala KPPU KPD Medan, Ramli Simanjuntak kepada Waspada Online, Senin (14/5).

KPU Medan mengunjungi RPH NP 96 bertemu dengan amri selaku pengelola RPH pada pukul 23.30 WIB dan RPH Tani Asli untuk melihat kondisi nyata di lapangan terkait ketersediaan daging sapi.

“Inspeksi mendadak itu juga untuk mengantisipasi penyimpangan distribusi daging sapi yang dilakukan dalam bentuk tindakan anti persaingan dalam bentuk monopoli maupun kartel bahan pangan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut dalam rapat koordinasi pangan, stok ternak sapi di Sumut berkisar 16.000 ekor sapi hidup atau setara 3.000 ton sampai dengan bulan Juni 2018.

“Sementara berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan dari hasil sidak, diketahui harga daging sapi dr RPH ke pedagang sekitar 103.000/kg, sementara harga sapi hidup 45.000/kg. Naik turunnya harga tergantung dari harga sapi hidup dari PT (feedloter), bahwa harga di RPH tersebut tidak pernah lebih dari Rp103 ribu, sehingga akan kita telusuri harga di pedagang lebih lanjut,” jelasnya.

Di RPH NP 96, pasokan masih normal. Rata-rata jumlah sapi yang dipotong 9 ekor per hari. Sedangkan di RPH Tani asli rata-rata sapi yang dipotong 4-5 ekor.

“Kodisi seperti ini seharusnya tidak sepatutnya ada kenaikan harga daging sapi yang signifikan.

“Kondisi surplus daging sapi sebagaimana disampaikan dalam rapat satgas pangan beberapa waktu yang lalu sebenarnya membuat tidak ada justifikasi bagi para pelaku usaha untuk mengeksploitasi konsumen daging sapi dengan harga yang tinggi,” tambahnya.

Bilamana terjadi kenaikan harga daging sapi yang signifikan di tengah kondisi surplus, maka tindakan hukum akan segera diambil oleh KPPU serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

“KPPU dan Satgas Pangan akan tindak tegas semua upaya kartel pangan, baik dari sisi UU Persaingan Usaha maupun Pidana,” pungkas Ramli. (wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

IHSG Ditutup Menguat Pada Level 5.893

MEDAN, Waspada.co.id – Perdagangan Bursa Saham Asia hari ini bergerak melemah setelah pada perdagangan sebelumnya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: