_
Home / Fokus Redaksi / Inilah Kronologi OTT KPK Terhadap Dzulmi Eldin
Antara

Inilah Kronologi OTT KPK Terhadap Dzulmi Eldin

Waspada.co.id – Berdasakan keterangan resmi KPK, Rabu (16/10) malam, dipaparkan kronologi ditangkapnya Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kadis PU Kota Medan Isa Ansyari, dan Kasubbag Protokoler Pemko Medan Syamsul Fitri Siregar dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Medan Selasa (15/10) malam lalu.

Dalam paparannya disebutkan, Tim KPK awalnya mendapatkan informasi adanya permintaan uang dari Wali Kota Medan untuk menutupi akses perjalanan Dinas Wali Kota bersama jajaran Pemkot Medan ke Jepang, diketahui wali kota membawa serta keluarganya pada perjalanan dinas tersebut.

SFI selaku Kasubbag Protokoler Wali Kota Medan yang juga ikut serta dalam perjalanan dinas wali kota ke Jepang menyanggupi dan berusaha memenuhi permintaan tersebut.

SFI kemudian menghubungi beberapa kepala dinas di lingkungan pemerintah kota Medan untuk meminta kutipan dana untuk menutupi dana APBD yang sebelumnya digunakan dalam perjalanan dinas tersebut.

Antara

Tanggal 15 Oktober 2019, IAN sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Medan bersedia memberikan uang sebesar Rp 250juta. Uang tersebut diberikan melalui transfer sebesar Rp200 juta dan Rp50 juta diberikan secara tunai.

Setelah memastikan adanya transaksi pemberian uang dari Kadis PU ke APP selaku ajudan TDE, pada hari yang sama tim langsung bergerak untuk mengamankan orang-orang terkait.

Pukul 20.00 WIB tim mengejar AND, seorang ajudan, setelah mengambil uang tunai 50jt di rumah IAN. Namun tim tidak berhasil mengamankan AND, dia kabur setelah berusaha menabrak tim yang bertugas di lapangan.

Tim kemudian bergerak ke rumah IAN dan mengamankan yang bersangkutan pukul 21.30 WIB.

Sekitar pukul 23.00 WIB tim bergerak ke sebuah rumah sakit di Kota Medan dimana TDE sedang melakukan fisioterapi. Tim kemudian mengamankan APP yang sedang mendampingi TDE di rumah sakit.

Rabu dini hari, pukul 01.30 WIB, tim bergerak kantor walikota Medan dan mengamankan SSO beserta uang tunai sebesar Rp200 juta di laci kabinet di ruang protokoler.

Terakhir tim mengamankan SFI dirumahnya pukul 11.00 WIB, Rabu, 16 Oktober 2019.

Lima orang yang diamankan tersebut kemudian diterbangkan ke Jakarta secara bertahap. TDE tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu, 16 Oktober 2019 pukul 11.50 WIB, SSO dan IAN tiba pukul 15.10 WIB, terakhir SFI dan APP tiba pukul 20.05 WIB.

“Setelah melakukan pemeriksan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, maka disimpulkan adanya dugaan tipikor dugaan penerimaan suap terkait proyek dan jabatan oleh Wali Kota Medan,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (‎16/10) malam.

Selain Dzulmi, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni,‎ Kadis PU Kota Medan, Isa Ansyari (IAN) dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Dzulmi dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin. (wol/ags/data2)

Editor: Agus Utama

适适

Check Also

KPK Cekal Akbar Himawan Buchari Terkait Kasus Dzulmi Eldin

  JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.