Home / Fokus Redaksi / Ini Perkara yang Paling Menyita Perhatian Publik di PN Medan
dok. WOL Photo
dok. WOL Photo

Ini Perkara yang Paling Menyita Perhatian Publik di PN Medan

MEDAN, WOL – Sedikitnya Pengadilan Negeri (PN) Medan telah menerima perkara kasus Pidana Umum (Pidum) sebanyak 3.946 selama kurun waktu Januari hingga Desember tahun 2017 ini.

Berikut sederet perkara yang disidangkan PN Medan begitu menyita perhatian publik yang dirangkum Waspada Online, Minggu (31/12).

Pertama, yakni kasus pembunuhan pengusaha Airsoft Gun, Indra Gunawan alias Kuna. Dalam berkasnya, tersangka diduga otak pelaku pembunuhan Kuna yakni Siwaji Raja dinyatakan bebas setelah praperadilannya dikabulkan oleh majelis hakim PN Medan pada, Senin 7 Agustus 2017 lalu.

Selanjutnya, kasus pembunuhan satu keluarga Riyanto di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, yang dilakukan terdakwa Andi Matalata alias Andi Lala selaku otak pelaku pembunuhan. Dalam perjalanan persidangan yang baru memasuki agenda tuntutan, Andi Lala dituntut hukuman mati pada Jumat (29/12) lalu.

Kemudian datang dari tindak pidana peredaran narkotika yakni bandar narkotika Ayau. Ia dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim PN Medan karena  bertanggung jawab atas peredaran narkotika jenis sabu sebanyak 270 kg. Ayau divonis mati pada, Rabu 22 Juni 2017 lalu.

Tidak sampai di situ, Ayau kembali harus menjalani sidang lantaran terlibat kasus yang sama dengan peredaran sabu seberat 10 kg. Status yang ia pegang sebelumnya sebagai terpidana mati membuat alasan majelis hakim PN Medan tidak menjatuhi vonis apapun kepadanya yang digelar pada, Selasa 10 Oktober 2017 silam.

Selanjutnya, persidangan terdakwa pengendali jaringan narkotika dari dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Togiman alias Toge. Ia divonis mati oleh majelis hakim PN Medan pada, Rabu 20 Desember 2017 lalu, setelah terbukti mengendalikan sabu seberat 26 kg dari dalam Lapas Lubuk Pakam.

Sebelumnya, Toge juga terlibat dalam peredaran sabu seberat 21 Kg, 44.849 butir pil ekstasi dan 4.900 butir pil happy five. Dalam persidangan di PN Medan, majelis hakim memvonis Toge hukuman seumur hidup.

Kemudian, lantaran tidak terima terhadap putusan tersebut, Toge lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan namun dia dijatuhi hukuman mati. (wol/iam)

Editor: Agus Utama

Check Also

WOL Photo

Maybank Dorong Ekonomi Penyandang Disabilitas Melalui program RISE

MEDAN, WOL – Mendorong pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi komunitas penyandang disabilitas di Medan, Maybank berikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.