_
Home / Fokus Redaksi / Ini Kata Rektor USU Soal Mahasiswi Asal Malaysia Meninggal Diduga Terserang Difteri
foto: usu.ac.id

Ini Kata Rektor USU Soal Mahasiswi Asal Malaysia Meninggal Diduga Terserang Difteri

MEDAN, Waspada.co.id – Diduga terserang virus difteri, Nurul Arifah Ahmad Ali, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK-USU) stambuk 2017 asal Malaysia dinyatakan meninggal dunia, Sabtu dini hari (21/9) di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof Runtung Sitepu SH Mhum, membenarkan adanya mahasiswi Fakultas Kedokteran USU atas nama Nurul Arifal Ahmad Ali meniggal dunia yang diduga terserang virus difteri.

“Awalnya mahasiswi yang bersangkutan mengalami gejala demam dan mendatangi poliklinik Rumah Sakit USU, namun karena kondisi kita melakukan rujukan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan dan dilakukan perawatan (opname), sekitar tiga hari dilakukan perawatan dan pengobatan,” tuturnya, Selasa (24/9).

Dan sempat pihak rumah sakit akan melakukan peralihan pernafasan melalui leher, namun takdir berkata lain, Sabtu (21/9) dini hari, nyawa Nurul tidak tertolong lagi dan menghembuskan nafas terakhir.

“Tentu ini menjadi kabar duka yang mendalam bagi Universitas Sumatera Utara, mengucapkan duka yang mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan, kita juga masih berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Medan dan Sumut untuk kasus ini,” ungkapnya.

Sementara ditambahkan, Dekan Fakultas Kedokteran USU, Dr dr Aldy Safruddin Rambe, bahwa saat ini USU masih melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Medan dan Sumut Utara untuk melakukan penelitian terhadap sample yang telah dikirim ke Jakarta, terkait dengan dugaan virus difteri tersebut.

“Dan hasil sample tersebut, membutuhkan waktu tujuh hari untuk menunggu hasilnya. Baru Jumat lalu kita serahkan kepada Lab Kesehatan di Jakarta. Sementara untuk mewaspadai agar dugaan virus ini tidak menyerang mahasiswa lainnya, kita melakukan imunisasi dan memberikan obat terhadap 260 mahasiswa se angkatan almarhum yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Dan informasi yang di dapat, ada sekitar 10 orang yang mengalami demam, sehingga langsung di instruksikan untuk langsung dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Adam Malik.

“Namun setelah melakukan pemeriksaan, pihak Rumah Sakit memperbolehkan 8 dari 10 orang untuk pulang dan menjalankan rawat jalan, sementara 2 orang mahasiswa yang merupakan teman yang merawat almarhuma harus dirawat intensif dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

“Jadi untuk saat ini kita masih menunggu hasil lab, dan melakukan koordinasi terus dengan para mahasiswa-mahasiswi untuk mengantisipasi gejala serangan virus tersebut, mungkin dengan memakai masker. Karena memang virus ini merupakan virus yang mematikan,” tandasnya. (wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

Mengulik Pengelolaan Media Siber di Workshop Pena Persma 2019

MEDAN, Waspada.co.id – Sejumlah peserta yang berasal dari pers mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.