Home / Fokus Redaksi / Imigran Ancaman Bagi Warga Medan
WOL Photo

Imigran Ancaman Bagi Warga Medan

MEDAN, WOL – Kota Medan sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatra Utara kini dalam status darurat atas keberadaan orang asing yang mencari suaka. Pasalnya, dengan tameng Konvensi Hak Azasi Manusia (HAM), Indonesia diharuskan menerima para pengungsi.

Namun, kehadiran para pengungsi dari berbagai negara di Kota Medan telah menimbulkan keresahan saat ini. Sebab para pengungsi yang umumnya berasal dari Sri Lanka, Sudan, Afrika dan lainnya saat ini sudah membaur di tengah masyarakat yang semuanya imbas dari  adanya bantuan kehidupan dari International Organization for Migration (IOM).

Atas dasar ini, DPRD Kota Medan melalui Komisi A DPRD Kota Medan meminta sikap tegas dari lembaga tersebut. “IOM jangan menjadi agen pengungsi di Kota Medan. Keresahan masyarakat Kota Medan atas keberadaan pengungsi-pengungsi ini merupakan kegagalan IOM karena mereka (para pengungsi, red) sudah melanggar kultur dan budaya sosial di kota ini,” tegas Ketua Komisi A, Roby Barus, yang didampingi anggota Komisi A lainnya dalam rapat dengar pendapat bersama pihak Imigirasi, Aliansi Masyarakat Pribumi, Pemko Medan dan IOM, Rabu (12/10).

Alasan tersebut tidak terlepas setelah menerima pengaduan dari Aliansi Boemi Poetra yang disampaikan Rufino Barus.

Dosen Sosilogi dari Universitas Sumatera Utara, Rufino saat itu  menceritakan para pengungsi yang berasal dari Iran, Sudan, Afganistan, Srilanka dan Myanmar telah cukup meresahkan masyarakat Kota Medan saat ini.

Katanya, banyak pengungsi yang bersikap melanggar etika. Bahkan, cukup merugikan masyarakat. Dicontohkan, seorang pengungsi dari Srilanka bernama Rasyid menikahi seorang perempuan Medan dan memiliki seorang anak. Namun, setelah itu Rasyid pergi meninggalkan perempuan tersebut. “Apakah mereka tak diajarkan beretika di Kota Medan ini. Pihak Imigrasi juga kenapa tak mencari lelaki itu. Mau nunggu berapa banyak lagi anak-anak perempuan kita yang diperlakulan seperti itu,” kesalnya.

Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan, Armansyah Lubis, sendiri menyatakan menolak memberikan bantuan kepada International Organization for Migration (IOM).

Kata Armansyah, warga Kota Medan menilai Pemko tak adil dengan pemberian bantuan ke pengungsi. Pasalnya, warga Kota Medan masih membutuhkan bantuan dari pemerintah. “Jujur saja. Karena IOM mendatangi saya dan tak mendapatkan solusi. Mereka (IOM, red) menjumpai Pak Wakil. Tapi saya sudah sampaikan ke Pak Wakil tentang kondisi ini. Masyarakat marah kenapa pengungsi dibantu. Masyarakat tidak mau tahu akan hal ini kami akan jadi serangan nantinya,” tukasnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Roby Barus, yang memimpin rapat saat itu kembali menegaskan kepada IOM untuk membangun satu lokasi penampungan. Sehingga dapat diawasi oleh pihak imigrasi dan Dinsosnaker.

“Kami minta kepada IOM untuk menyewa satu tempat penampungan. Jangan berpencar-pencar. Selain itu, dapat juga terawasi oleh pihak Imigrasi,” tukasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Sri Lanka Tertarik Impor 60 Gerbong KA dari INKA

HANOI, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Sri Lanka tertarik untuk membeli 60 gerbong ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: