Home / Fokus Redaksi / Humas Poldasu Tak Tahu Soal Perkembangan Teroris Ditembak Mati
WOL Photo

Humas Poldasu Tak Tahu Soal Perkembangan Teroris Ditembak Mati

MEDAN, Waspada.co.id – Sampai saat ini perkembangan kasus teroris ditembak mati di Tanjungbalai, Sumatera Utara, masih simpang siur.

Pasalnya, Polda Sumut yang merupakan institusi tertinggi kepolisian di Sumatera Utara tidak bisa memberikan penjelasan kepada awak media.

Seperti saat dikonfirmasi mengenai apakah jasad teroris yang ditembak mati sudah diambil pihak keluarga dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut atau belum, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, tidak tahu dan belum bisa memberikan keterangan.

“Soal perkembangan teroris data dan keterangan saat ini dipegang Mabes Polri,” ungkapnya saat dikonfirmasi Waspada Online melalui Grup What’s App New Media Polda Sumut, Jumat (18/5) malam.

Tatan menjelaskan saat ini Polda Sumut hanya memback-up mengenai kasus perkembangan teroris. Semuanya kini ditangani Mabes Polri.

Diketahui, Tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror tengah mengembangkan kasus dua terduga teroris ditembak mati serta mengamankan tiga terduga lainnya. Pengungkapan aksi teror merupakan jaringan Budi Cs. Dijelaskan, Selasa (15/5) sekira pukul 06.30 WIB penangkapan pertama terhadap Dodi di Sei Apung, tepatnya di depan rumah warga bernama Hj Aidir.

Berdasarkan keterangan H Aidir, sebelum diamankan Dodi sedang mempersiapkan gerobak dagangan yang untuk berjualan saat bulan puasa. Kemudian sekolompok orang diduga Densus 88, membungkus kepala Dodi dengan kain hitam sembari membawanya ke dalam mobil.

Selanjutnya, sekira pukul 12.00 WIB dilakukan penangkapan kedua bernama Agus Setiawan Sirait, di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung.

Kemudian sekira pukul 13.30 WIB dilakukan penangkapan ketiga bernama Hendra di depan rumah makan RSUD Tanjungbalai, Jalan Dr Tengku Mansyur, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjungbalai Selatan.

Khusus penangkapan di RSUD Kota Tanjungbalai kedua terduga teroris tersebut membawa saudaranya berobat. Saat kedua terduga tmenunggu saudaranya yang sedang berobat Tim Densus 88 langsung melakukan penangkapan dan membawa terduga dengan menggunakan Mobil Avanza warna hitam.

Dua orang terduga teroris ditembak mati oleh Densus 88 dan sampai saat ini belum diketahui identitasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

BRI dan Polda Sumut MoU Rumah Murah

MEDAN, Waspada.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan penandatanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: