_
Home / Medan / Hipnotis Terhadap Ibu-ibu dan Lansia Merajalela di Medan
WOL Photo

Hipnotis Terhadap Ibu-ibu dan Lansia Merajalela di Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Angka kejahatan di Kota Medan masih begitu tinggi, kali ini kejahatan hipnotis terhadap ibu-ibu dan lansia merajalela di Kota Medan.

Korban hipnotis terus bertambah banyak yang hampir korbannya adalah seorang ibu-ibu atau kaum lansia. Melihat hal tersebut, PBH PERADI Medan pun siap melakukan pendampingan terhadap para korban agar pelaku hipnotis segera ditangkap.

Menurut, salah satu korban hipnotis ibu (AS) awalnya pagi-pagi 16 Juli 2019 saat akan pergi ke pasar, ada seorang laki-laki bertanya alamat dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih di secarik kertas, kemudian datang seorang perempuan yang nimbrung pembicaraan, kemudian datang lagi seseorang pria dengan memakai mobil yang kenal dengan wanita yang diajak mereka berbincang hingga akhirnya ibu (AS) pun ikut dengan mobil tersebut, tanpa sadar di situlah aksi kejahatan pelaku dimulai dengan menguras uang tabungan (AS) sejumlah Rp325 juta.

Begitu juga dengan korban atas nama ibu (RS) yang terhipnotis pada 15 Mei 2018 dan harus merugi Rp60 juta, terjadi saat hendak berangkat keluar rumah dan didatangi oleh sekelompok orang yang membuatnya termakan rayuan dan terhipnotis.

Melihat cerita beberapa korban-korban hipnotis, Ketua PBH PERADI Medan, Rumintang Naibaho, menuturkan bahwa kasus hipnotis terhadap kaum ibu-ibu dan lansia ini bukan hanya sekali atau dua kali, sudah sering tetapi banyak yang takut untuk melaporkan.

“Kalau diam saja, bagaimana ada tindakan dari pihak yang berwajib untuk menangkap atau memberantas si pelaku. Jadi oleh karena itu, kita sebagai lembaga bantuan hukum siap untuk mendampingi, agar kasus-kasus ini tidak terjadi lagi dan segera tertangkap pelaku,” tuturnya saat mendampingi para korban hipnotis, Jumat (2/8).

Sesuai dengan diskusi oleh para Tim Advokat yang tergabung dari Kartika & Associates Law Firm, PBH PERADI Medan, sebagai kuasa hukum yang mendampingi korban memiliki pendapat hukum pada tindakan hipnotis tujuannya adalah untuk menggerakkan orang lain agar menyerahkan sesuatu barang untuk menguntungkan diri sendiri.

“Sehingga kasus ini atau kejahatan ini bisa dijerat delik penipuan, apabila hanya menggunakan delik membuat sakit orang, maka tindakannya ang mengambil keuntungan dari korbannya tidak tercakup dalam delik tersebut, jadi kami benar-benar akan melakukan pendampingan sampai kasus seperti ini tuntas di brantas,’’ tandasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Diangkat Dirut Bank Sumut, Budi Utomo Fokus 3P

MEDAN, Waspada.co.id – Resmi diangkat menjadi Direktur Utama PT Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo, akan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.