_
Home / Medan / Hasil Labfor, 200 Butir Ekstasi Tangkapan Polsek Medan Barat Jenis Baru
Sejumlah 200 butir pil ekstasi warna pink dikemas dalam plastik yang disita dari tersangka jaringan sindikat narkoba antar negara, ternyata "barang" terbaru.(WOL Photo/Gacok)

Hasil Labfor, 200 Butir Ekstasi Tangkapan Polsek Medan Barat Jenis Baru

MEDAN, WOL – Sejumlah 200 butir pil ekstasi warna pink yang disita dari jaringan sindikat narkoba antar negara, ternyata temuan terbaru dari sisi kandungan atau campuran pembuatan pil ekstasi itu.

“Pil ekstasi ini sangat beda dari sisi kandungan atau campurannya dari pada ekstasi yang biasa disita pihak berwajib,” kata Kapolsek Medan Barat Kompol Siswandi SIK,SH,MH kepada Waspada Online, Kamis (15/10).

Siswandi mengatakan, pil ekstasi yang diperiksa di Labfor hanya empat dari 200 butir pil ekstasi dan ternyata barang itu temuan yang terbaru dan beda dari pil ekstasi yang biasanya disita.

Dalam kaitan itu, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Sat Reskrim Narkoba Polresta Medan maupun Polda Sumut. “Timsus Reskrim Polsek Medan Barat dipimpin Iptu Oscar Stefanus Setjo SH kini sedang bekerja di lapangan mengumpulkan berbagai informasi dan sekaligus mencari mana jaringan sindikat peredaran narkoba di Sumatera Utara khususnya Kota Medan,” jelasnya.

Terkuaknya kasus itu pada Kamis (24/9) pukul 10.00 Wib. Polisi putuskan mata rantai jaringan sendikat narkoba antar negara dalam penyergapan di dua lokasi secara terpisah. Dua diantaranya wanita usia 35-66 tahun.

Para sendikat narkoba yang diamankan yakni, tersangka Edi (56) warga Glugur Medan Timur dan dua wanita inisial CS (66) di Jalan KL Yos Sudarso kawasan pasar Glugur Medan, RY (35) karyawan swasta warga Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang dan kos di Jalan KL Yos Sudarso dekat pasar Glugur Medan Timur.

Polisi menyita barang bukti, 10 bungkus plastik putih berisikan sabu golongan 1, seberat 1 Kg 2 Ons, 1 bungkus plastik berisikan pil ekstasi golongan 1 sebanyak 200 butir warna pink berlambang telepon, mobil Kijang Toyota Avanza BK 360 NZ warna putih, uang Rp2.250.000, 5 buah handphone merek (Nokia RM-908 warna hitam dengan simcard 08126091xxxx, Nokia simcard 08126091xxxx, Nokia simcard 08126091xxxx, Nokia 08137549xxxx), sepedamotor Honda Vario BK 5959 AFU warna putih, 2 buku tabungan bank Mandiri, 1 buku tabungan BRI, 4 buku tabungan BritAtma, 1 buku tabungan BNI Plus Taplus, 3 buku tabungan Danamon dan dua ATM Bank Mandiri, Bank Permata, tas warna kuning.

Awalnya, polisi menerima informasi dari masyarakat bahwa peredaran narkoba jenis sabu dan pil ekstasi, barangnya dari Malaysia dan belum diketahui masuk melalui udara, darat dan laut.

Dengan cepat, timsus menangkap dua tersangka wanita RY dan CS di Jalan KL Yos Sudarso dekat Pasar Glugur, Medan Barat dan menyita 200 butir pil ekstasi warna pink.

Ketika diinterogasi, kedua tersangka wanita “nyanyi” dan timsus menuju ke tempat persembunyian tersangka Edi di Jalan Yos Sudarso dekat Pasar Glugur.

Selanjutnya, seorang petugas mendatangi tersangka Edi dengan menyaru hendak membeli sabu. Kehadiran petugas tidak mencurigakan, Edi pun melakukan transaksi, di saat itu timsus dengan mudah menangkap tersangka Edi sekaligus menyita barang bukti 10 bungkus plastik berisikan sabu seberat 1 Kg 2 Ons.

Dalam kasus itu mereka dijerat pasal 114,112 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.(wol/gacok/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

Update Bom Bunuh Diri: Sosok “Imam” Terduga Pelaku Teror Diburu

MEDAN, Waspada.co.id – Pasca bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11), Tim Densus 88 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.