Breaking News
Home / Medan / Harus Ada Bertanggungjawab Secara Hukum Proyek Patung Yesus di Taput
WOL Photo
WOL Photo

Harus Ada Bertanggungjawab Secara Hukum Proyek Patung Yesus di Taput

MEDAN, WOL – Tim Kuasa Hukum, Murni Sinaga yang tergabung dalam Kantor Hukum Gorata Sinaga & Partners yaitu Gorata Sinaga SH, mengatakan kepada Waspada Online, Senin (15/5), dalam fakta persidangan pekerja pembuatan Patung Yesus di daerah Tapanuli Utara (Taput) dilakukan oleh Murni Sinaga telah selesai dan sesuai dengan kontrak.

“Dalam hal ini, ada kesalahan yang sengaja dibuat seseorang yang telah ditunjuk oleh klien dalam kontrak kerjasamanya, yang sengaja merubah chasing dari tembaga menjadi alumunium campur tembaga. Pihak dari pembuat chasing patung (Pri art, red), mengakui dalam persidangan seseorang  datang padanya meminta untuk membuat casing patung agar terbuat dari alumunium bercampur tembaga. Inilah yang menjadi akar masalah dalam proyek ini, sehingga pantas kiranya ada orang yang seharusnya bertanggungjawab penuh secara hukum dalam proyek ini,” jelas Gorata Sinaga SH.

Ditambahkan, oleh karenanya demi penegakan hukum, kami Tim Kuasa Hukum akan melakukan upaya hukum terhadap pihak yang dirujuk oleh klien kami yang sengaja merubah spek dari tembaga menjadi alumunium campur tembaga.

Sementara itu, Fernando Z Tampubolon SH MH, yang juga merupakan tim kuasa hukum Murni Sinaga, mengatakan adanya keterangan para saksi telah mengungkap sejumlah fakta-fakta di persidangan. “Kami akan melakukan tindakan hukum jika harus ditempuh, apabila ada dugaan kuat pihak-pihak lain yang turut serta melakukan perbuatan korupsi,” tegas Tampubolon.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan meminta jaksa penuntut umum agar menghadirkan Mantan Bupati Tapanuli Utara, Torang Lumban Tobing, dan rekanan pembuatan patung Yesus dihadirkan dalam persidangan.

“Ini penting sekali, kita ingin tahu kenapa si Luhut Panjaitan ini mengubah bahan pembuatan dari tembaga ke campuran tembaga aluminium. Padahal Luhut telah menerima uang senilai Rp2 miliar lebih dari pelaksana kegiatan Murni Alan Sinaga (terdakwa-red). Sedang untuk mantan Bupatinya kita ingin tahu, terhentinya pembangunan dikabarkan anggaran tidak dikucurkan karena setelah pergantian bupati,” kata ketua majelis hakim Nazar kepada penuntut umum dalam persidangan, Jumat (12/5).

Menanggapi majelis, Symon Moorreys Sihombing menegaskan akan segera melaksanakan perintah hakim. “Siap yang mulia, kami dari penuntut umum telah memanggil Luhut Panjaitan pada panggilan pertama, namun Luhut tak hadir tanpa alasan, pada panggilan kedua nantinya si Luhut akan hadiri persidangan pada Jumat (19/5), mendatang,” sebutnya.

Setelah mendengarkan itu majelis hakim menutup persidangan. Usai persidangan, saat ditemui Symon Moorreys Sihombing mengatakan untuk Luhut Panjaitan sudah agenda Jumat pekan depan hadir dalam persidangan. Bila hingga panggilan ketiga tidak datang maka kita akan panggil paksa sedangkan untuk mantan Bupati Taput, kita belum melayangkan panggilan pertama.

“Senin, kita akan kirimkan panggilan sidang kepada pak Torang,” tukasnya.

Diketahui, kasus korupsi pembangunan patung Yesus dengan pagu anggaran Rp6,2 miliar dari dana APBD 2013 di desa Peatolong Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Taput itu dinilai total lose oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut. Modusnya adalah tembaga sebagai spesifikasi bahan dasar pembuatan patung sesuai kontrak namun di lapangan, pelaksana proyek menggunakan aluminium sebagai bahan dasarnya.

Maka berdasarkan hal tersebut, Polres Tarutung masih menetapkan dua tersangka yakni Sondang Pane selaku PPK dan Murni Alan Sinaga selaku pelaksana kegiatan.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto: zimbio

Badai Cedera, Barca Tetap Fokus Poin Penuh

TURIN, WOL – Barcelona hanya membutuhkan satu poin saja untuk bisa memastikan diri lolos dari ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.