_
Home / Medan / Gus Irawan Minta Pemda Support Kopi Daerah
Gus Irawan Pasaribu, ketua Komisi VII DPR-RI saat berdialog dengan pebisnis kopi Sumatera Utara, Sabtu (14/7) kemarin. (WOL Photo)

Gus Irawan Minta Pemda Support Kopi Daerah

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu meminta pemerintah daerah di seluruh Sumatera Utara untuk memberi perhatian khusus dan mensupport pengembangan kopi di daerah masing-masing.

Dia mengungkapkan hal itu saat menjadi pembicara di acara Medan International Coffe Festival 2019 dengan tema ‘Kopi Indonesia Milik Siapa’, Sabtu (14/7) lalu.Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terutama Pemprovsu terhadap petani kopi dan kuantitas eksportir kopi sangat minim.

Bahkan pengembangan pada kualitas sumber daya manusia yang mengelola kopi di Sumut juga tidak maksimal, katanya. “Itu sebabnya tahun lalu kita memberangkatkan 20 petani kopi yang mewakili 10 daerah penghasil kopi di Sumut untuk belajar mengenai pengelolaan kopi yang baik di Jember.”

“ Hasilnya sangat positif yang mana petani dapat belajar banyak mulai dari hulu hingga hilir. Saya dengar tidak semua petani bisa menghasilkan 2,3 ton per ha. Artinya produktivitas kita masih rendah. Bagaimana bisa kita bilang kalau ternyata di Belawan sana, ekspor kopi 60 persen asalnya dari Aceh,” kata dia.

Hal itulah yang menurutnya luput dari perhatian Gubernur Sumut terdahulu. Sekarang saatnya untuk dikembangkan. Jangan dibiarkan kopi Sumut seperti tidak punya induk, ungkapnya.

Gus Irawan mengatakan bahkan para petani kopi di Simalungun saat dikirim ke Jember mengungkapkan pengalaman belajar mengelola kopi di Jember sangat bermanfaat. “Apalagi 20 petani tersebut di daerahnya masing-masing menjadi ‘virus’ bagi petani lain untuk berupaya sebaik-baiknya dalam mengelola kebun kopinya.”

“Satu bentuk perubahannya adalah cara penjemuran kopi yang biasanya hanya sesukanya saja di depan rumah, tak memperdulikan lalat, debu atau hewan lainnya, kini sudah mulai diperhatikan,” ungkapnya.

“Dari cara budidaya juga sudah berubah,” kata Gus Irawan. Dia juga tidak menampik bahwa saat ini banyak anak muda yang justru tidak lagi berkeinginan menjadi petani kopi. “Jadi perubahan ini terasa bagi kami petani kopi. Sejak beberapa tahun terakhir petani kopi naik kelas karena harganya yang jauh lebih baik daripada beberapa tahun yang lalu. Begitu kata petani kopi.”

Maka dari itu sudah seharusnya, kata dia, harga kopi dinilai dengan pantas. “Dan yang paling penting saat ini adalah ada regulasi yang bisa mengatur lahan kopi tidak dialihkan menjadi pertanaman yang lain. Hal tersebut untuk mengantisipasi kembali jatuhnya harga kopi yang sekarang sedang dinikmati petani kopi.” (wol/ags/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Gus Irawan Buka-bukaan di Hadapan Relawan

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Capres 02 Prabowo Subianto, Gus Irawan Pasaribu, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: