Home / Medan / Guru Honor Dipaksa Masuk IGH dan Dikutip Uang, DPRD Panggil Disdik Medan
Ketua Komisi B DPRD Medan, Rajuddin Sagala. (WOL Photo/M. Rizki)

Guru Honor Dipaksa Masuk IGH dan Dikutip Uang, DPRD Panggil Disdik Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi B DPRD Medan akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Kamis (6/9) mendatang, terkait adanya kutipan yang dilakukan Disdik Kota Medan kepada guru honorer se-Kota Medan. Pernyataan ini dikatakan Ketua Komisi B DPRD Medan, Rajuddin Sagala, Selasa (4/9).

Menurut Rajuddin, beberapa guru honorer datang mengadu dan keberatan dengan adanya organisasi Ikatan Guru Honor (IGH) yang dilakukan Disdik Kota Medan. Sebab, dibalik terbentuknya IGH para guru honorer juga diancam.

“Guru honor yang tidak masuk dalam IGH, diancam tidak akan mendapatkan SK Wali Kota Medan dan tidak akan mendapatkan upah menurut UMK. Parahnya lagi, di dalam SK IGH tersebut, tercantum nama saya selaku Ketua Komisi B DPRD Medan dan mantan Kadisdik Kota Medan, Hasan Basri, sebagai pembina IGH,” ungkapnya.

Politisi PKS ini mengaku heran namanya dicatut dalam IGH. Padahal selama ini pihak IGH sendiri, tidak pernah menghubungi atau memberi klarifikasi. Dan IGH telah disebarluaskan lewat facebook.

“Dalam IGH tersebut, telah terdaftar 84 orang guru honorer. Apabila, ada guru honorer yang ingin bergabung di IGH maka Disdik Kota Medan mengutip uang pendaftaran sebesar Rp50 ribu dan iuran bulanan sebesar Rp10 ribu. Anehnya lagi, tidak dijelaskan apa fungsi dan tujuan iuran bulanan tersebut dikutip,” ujarnya mempertanyakan.

Lebih lanjut Rajuddin menjelaskan, hal inilah yang menjadi pertanyaan dari Komisi B DPRD Medan. Apa maksud dibalik ancaman Disdik Medan terhadap guru honorer tersebut. Ia menduga ada muatan politis dibalik terbentuknya IGH ini. Sebab, IGH terbentuk di bulan Januari. Dan mantan Kadisdik merupakan calon legislatif.

“Bila ingin perang, peranglah secara adil dan bijaksana. Jangan guru honorer dikorbankan dengan ancaman tidak mendapatkan SK Wali Kota serta gaji menurut UMK. Bila yang dijanjikan tidak terealisasi, bagaimana Disdik mempertanggungjawabkan,” tandasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Warga Komplain, DPRD Soroti Proyek Jalan Gaperta Ujung

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah SH, mempertanyakan proyek pembetonan di Jalan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: