Breaking News
Home / Fokus Redaksi / Gubsu Copot Kepala SMAN 2 Medan
foto: Istimewa
foto: Istimewa

Gubsu Copot Kepala SMAN 2 Medan

MEDAN, WOL – Kasus siswa siluman di SMA Negeri 2 Medan seperti hilang ditelan bumi. Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Arsyad Lubis, sepertinya tidak merespon perintah Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, untuk segera mencopot Kepala SMA Negeri 2 Medan, Sutrisno, dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

Sutrisno dianggap telah melakukan pelanggaran Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pendataan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2017.

Gubsu, Tengku Erry Nuradi, melalui Plt Sekdaprovsu Ibnu Sri Hutomo, telah melayangkan surat ke Dinas Pendidikan Sumut terkait pencopotan Kepala SMAN 2 Medan, Sutrisno, dari jabatannya dengan masa tenggang 14 hari. Tetapi sudah tiga minggu berlalu Dinas Pendidikan Sumut belum juga melakukan pencopotan, Sutrisno.

“Surat sudah kami kirim ke sana (Disdik Sumut), saya sudah perintahkan BKD untuk mencek surat itu, untuk segera ditindak lanjuti,” ujar Ibnu Sri Hutomo kepada Waspada Online baru-baru ini.

Kadisdik Sumut Arsyad Lubis, seperti biasa tidak mau manjawab telepon Waspada Online untuk mengetahui lebih jauh kenapa pihaknya belum juga mencopot atau membebas tugaskan Sutrisno dari jabatan Kepala SMAN 2 Medan.

“Kalau soal itu sebaiknya tanya pak kadis saja ya, “ujar Kabid SMA Disdik Sumut, Amidah, kepada Waspada Online baru-baru ini.

Kepala SMAN 2 Medan, Sutrisno, sampai saat ini masih menjalankan aktivitasnya sebagai kepala sekolah. Menurutnya masih menunggu keputusan dari Gubernur Sumut soal hal itu.

“Saya menunggu perintah atasan saja, sekarang saya masih menjabat kepala sekolah,” ujar Sutrisno melalui sambungan telepon kepada Waspada Online baru-baru ini.

Pengamat Pendidikan Joharis Lubis, menyebutkan Kepala SMAN 2 yang terlibat dalam penyimpangan PPDB Online, harus dicopot dan jika ada unsur pidana harus dipenjarakan.

Penerapan PPDB Online di SMAN dan SMKN di Sumut, kata Joharis, adalah suatu kemajuan di dunia pendidikan. Sumut menjadi satu-satunya provinsi yang sudah menerapkan PPDB Online di 2017.

“Jadi jangan kemajuan itu dikotori dengan penyimpangan memasukkan siswa yang tidak terdaftar di PPDB Online, itu namanya melanggar aturan, baik peraturan pemerintah maupun Pergub yang menjadi payung hukum dan siapa yang melanggar hukum harus ditindak,” tegas Joharis.

Disdik Sumut juga, kata Joharis, harus segera menyelamatkan anak-anak yang tidak lulus PPDB online yang masih ada di SMA Negeri 2 Medan.

“Kasihan kan mereka nanti kalau tidak dapat nomor ujian dari pusat. Gubsu juga harus bertindak tegas terhadap SKPD yang lamban bila perlu copot saja dari jabatannya,” tegas Joharis.(wol/rdn)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto: zimbio

Bentuk Respek Lukaku Kepada Mantan

WEST BROMWICH, WOL – Ada dua kemungkinan dari alasan bomber Manchester United, Romelu Lukaku, tidak ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.