Newsticker
WOL / Medan / Gubernur Lemhanas Akan Bicara Ketahanan Idiologi Saat Munas ISKA
WOL Photo
WOL Photo

Gubernur Lemhanas Akan Bicara Ketahanan Idiologi Saat Munas ISKA

MEDAN, WOL – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo, hampir dipastikan hadir saat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) yang akan berlangsung di Medan, Sumut 24 – 26 Maret 2017 mendatang.

Agus Widjojo akan menjadi pembicara dengan thema ‘Ketahanan Idiologi Dalam Menghadapi Bahaya Radikalisme dan Globalisasi’. Demikian diungkapkan Ketua Umum DPD ISKA Sumut, Hendrik H Sitompul, Kamis (16/3).

Hendrik yang juga anggota DPRD Medan dari Fraksi Demokrat ini mengaku telah bertemu sekaligus konfirmasi atas kesediaan Agus Widjojo di Kantor Gubernur Lemhanas dan berkenan hadir.

Dikatakan, pada Munas ISKA mendatang mengambil tema ‘Revitalisasi Peradaban Pancasila Menuju Seabad Indonesia’. Dengan pengambilan thema itu, ISKA berharap kiranya bangkit kembali ketahanan idiologi yang pernah dirasakan bangsa Indonesia pada masa lalu.

“Pancasila adalah nilai luhur dan sekaligus idiologi Bangsa Indonesia adalah harga mati yang tidak boleh ditawar oleh siapapun yang mengaku sebagai warga negara Indonesia. Dalam konteks itu, pada akhirnya Pancasila harus menjadi spirit dan way of life dari bangsa serta negara Indonesia,” ucapnya.

Sebagai bangsa Indonesia, Hendrik melanjutkan, roh Pancasila harus dimiliki oleh setiap insan manusia Indonesia. Sikap atas Pancasila sebagai idiologi dan falsafah hidup harus terus dihidupkan, mengingat sejak reformasi Pancasila cenderung dilemahkan. Menurut Hendrik, Indonesia tanpa Pancasila sama saja dengan kehancuran. Ikatan erat antarsuku, agama, keyakinan atau kelompok ada di Pancasila.

“Perilaku bangsa Indonesia terletak di Pancasila dari pasal satu hingga lima. Setiap sila tidak boleh dilihat secara terpisah tetapi harus bersamaan sekaligus. Pelemahan atas sila yang satu akan menodai sila yang lain secara bersamaan,” urainya.

Oleh karena itu, menurut Hendrik, ISKA ingin bekerjasama dengan Lemhanas untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan ketahanan idiologi melalui berbagai kegiatan. Para cendekiawan ISKA juga akan aktif menyumbangkan gagasan atau pikiran agar Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Hendrik menegaskan Munas ISKA kali ini dipersiapkan dengan melihat satu titik yakni Kebangkitan (revitalisasi) Pancasila. Semua ormas di Indonesia seharusnya melihat kondisi politik di Indonesia kali ini sebagai momentum untuk kebangkitan Pancasila. Melemahnya pemahaman dan pengamalan Pancasila akan berdampak pada lepasnya ikatan kebangsaan dalam wadah NKRI.

“Dari Medan Sumut, ISKA ingin mengajak seluruh ormas dan bangsa Indonesia untuk bersama-sama membangun kembali ketahanan idiologi yakni Pancasila. Dan, kami berharap suara dari Medan cukup keras terdengar sampai di Merauke,” pungkasnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

foto: realmadrid

Marcelo: Peluang Juara La Liga Tetap Terbuka

MADRID, WOL – Bek Real Madrid, Marcelo, mengaku masih yakin merebut titel juara La Liga ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.