Home / Medan / Grand Winner Spa Beroperasi Tanpa Izin
Grand Winner Spa Jalan Sei Batang Serangan No 202 Lingkungan II, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah beroperasi tanpa izin dari instansi terkait, terlihat beroperasi, Rabu (22/4) (WOL Photo)

Grand Winner Spa Beroperasi Tanpa Izin

MEDAN, WOL – Grand Winner Spa persisnya berlokasi di Jalan Sei Batang Serangan No 202 Lingkungan II, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, beroperasi tanpa izin dari instansi terkait.

Bahkan, usaha lokalikasi berkedok salon kecantikan itu, belum mendapatkan persetujuan dari jiran tetangga. Parahnya lagi, gedung megah tanpa pentilasi udara (jendela) tersebut juga menyalahi aturan tata ruang tata bangunan (TRTB), serta salon yang diduga menjadi tempat mesum pria hidung belang itu melanggar peraturan Wali Kota Medan.

“Kami menilai, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan lemah menertibkan tempat usaha tanpa izin dari instansi terkait,” tegas Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Serikat Kerakyatan Indonesia Sumatera Utara (DPW Sakti Sumut) Roy Alexander Sitanggang kepada wartawan, Kamis (23/4).

Menurut aktivis Universitas HKBP Nomensen itu, kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terkesan tidak maksimal bekerja untuk menekan pendapatan asli daerah (PAD) kota Medan. “Kita menilai, usaha yang seperti ini (tanpa izin, red) masih banyak di wilayah kota Medan,” ungkap Roy didampingi Ketua DPD Sakti Deliserdang Suwandi alias Tuntin dan Sekjen Ribuanto alias Bawon.

Dikatakan, kinerja badan pelayan perizinan terpadu (BPPT) sudah bekerja maksimal untuk melaporkan segala bentuk usaha yang beroperasi tanpa izin ke instansi terkait. “Sesuai surat Camat Medan Petisah, Nomor : 300/232 perihal Laporan Keberadaan Grand Winner Spa yang ditujukan kepada Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan pada 16 Maret 2015, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut untuk menindak tempat usaha tersebut,” terangnya.

Sekjen DPD Sakti Deliserdang Ribuanto alias Bawon menegaskan, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin agar melakukan evaluasi terhadap kinerja Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Busral Manan. “Evaluasi itu untuk mengetahui kinerja Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan terhadap program Walikota Medan Dzulmi Eldin.

Jika menyalah dan mencari keuntungan pribadi, Walikota Medan harus mengambil sikap tegas untuk menindak Busral Manan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegas pria berpostur tegap itu.

Terpisah, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Busral Manan yang dikonfirmasi via telepon selulernya terkait Grand Winner Spa beroperasi tanpa izin tidak menjawab. Ditemui di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Jalan HM Yamin Medan, Busral tidak berada di tempat. “Sedang keluar bang. Tadi katanya ada rapat dengan Wali Kota,” sebut salah satu petugas di kantor Disbudpar Kota Medan, kemarin. (wol/rilis/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ribuan Perempuan Dekati Gedung Putih Gelar ‘Women’s March’

WASHINGTON, Waspada.co.id – Ribuan perempuan berkumpul di kota-kota di AS dan seluruh dunia, Sabtu (19/1), ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: