Home / Fokus Redaksi / Gerindra: Wali Kota Medan Gagal
WOL Photo

Gerindra: Wali Kota Medan Gagal

MEDAN, Waspada.co.id – Pemko Medan dinilai gagal menyusun skala prioritas pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat, karena tidak ada indikator yang jelas dan nyata dalam penyusunan perencanaan pembangunan.

Hal itu ditegaskan juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Medan, Proklamasi K Naibaho, dalam paripurna pandangan fraksi terhadap LPj APBD Medan Tahun Anggaran 2017 yang digelar, Senin (1/10) di ruang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung didampingi Wakilnya Iswanda Ramli dan Ihwan Ritonga serta dihadiri Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Selain itu, Gerindra menilai Pemko Medan tidak fokus dan maksimal terhadap perencanaan penggunaan angggaran dalam bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pemerataan pembangunan sarana dan prasarana. Pemko juga belum mampu membuat rencana induk master plan dalam pembangunan infrastruktur secara utuh, rinci dan jelas. Ini dapat dilihat dari kondisi yang nyata oleh masyarakat Medan.

“Pemko Medan diharapkan bisa meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah khusunya terhadap pendapatan daerah agar terjadi peningkatan sebagaimana yang ditargetkan. Kinerja Pemko juga harus ditingkatkan sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Khususnya masalah infrastruktur yang terkesan sangat lambat apalagi masalah perbaikan jalan dan drainase, padahal anggarannya sudah ditambahkan,” ucapnya dalam sidang paripurna.

Lebih lanjut Proklamasi mengatakan, permasalahan banjir yang belum teratasi juga dipersoakan Gerindra dalam pandangan fraksinya. Pemko Medan diminta berkoordinasi dengan Pemprovsu dan pemerintah pusat, terutama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Pemko juga diharapkan melakukan rutinitas pengorekan drainase dan menyiapkan tenaga mengorek drainase.

“Begitu juga dengan masalah peningkatan tenaga pendidik di Dinas Pendidikan diharapkan dilakukan secara merata. Sarana dan prasarana pendidikan juga diharapkan terus dipantau,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, Gerindra memperingatkan masalah penangan gizi buruk yang sudah mengalami peningkatan, di mana terakhir di bulan Juni sudah ada 82 kasus serta pelayanan Puskesmas terhadap pasien BPJS harus tetap ditingkatkan.

Dinas Bina Marga diminta serius melakukan pengawasan terhadap pekerjaan di lapangan. Karena faktanya hampir 80 persen jalan di Kota Medan rusak dan berlubang-lubang sehingga banyak terjadi kecelakaan. Pemko juga harus menertibkan seluruh iklan dan reklame yang tidak memiliki izin agar estetika kota terjaga.

Dishub juga diminta untuk menghidupkan kembali traffic light yang sudah lama tidak menyala di persimpangan jalan kota. Begitu juga dengan lampu-lampu jalan yang padam hendaknya diaktifkan kembali oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk menghindari tindak kejahatan dan kecelakaan. “Petugas juga diharapkan tidak hanya mengangkut sampah di inti kota, sementara di pinggiran kota sampah dibiarkan menumpuk,” sindirnya.

“Bangunan tanpa IMB juga merugikan PAD Pemko Medan. Sementara teguran lambat diberikan Pemko Medan dan hal ini terkesan dimanfaatkan oknum tertentu. Program keagamaan juga harus ditingkatkan dan harus menjadi perhatian serius Pemko Medan,” pungkas Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Medan ini mengakhiri.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Sambut Ramadhan, Stok Sembako Dipastikan Aman di Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Satgas Pangan Kota Medan memastikan stok sembako yang beredar di Kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: