Home / Medan / Gerebek Mangkubumi, Ada Oknum Polisi Diamankan
WOL Photo/Ega Ibra

Gerebek Mangkubumi, Ada Oknum Polisi Diamankan

MEDAN, WOL – Dalam penggerebekan ratusan personel kepolisian dari Satres Narkoba Polresta Medan dan Polsek Medan di kawasan padat penduduk, Jalan Mangkubumi, Kecamatan Medan Maimun, Rabu (17/2), berhasil mendapat beberapa barang bukti.

Informasi yang didapat Waspada Online dari lokasi, menerangkan seorang pria berkaus abu-abu disebut-sebut merupakan anggota Polres Binjai diamankan juga dari unit Reskrim Polsek Medan Kota. Diduga oknum berkaus abu-abu itu tengah menggunakan sabu-sabu saat diamankan.

“Awas-awas tolong minggir dulu. Minggir-minggir dulu,” kata petugas Provost Polresta Medan yang tampak memegang kerah baju pria yang diketahui anggota Polres Binjai itu kepada wartawan.

Ketika ditanya mengenai penangkapan anggota Polres Binjai itu belum mau memberikan keterangan. “Jangan tanya saya ya bang. Saya cuma ikut tugas gerebek aja ini. Kalau mau konfirmasi ke pimpinan saja,” ungkap seorang petugas.

Saat diamankan, lelaki yang disebut-sebut bertugas di Polres Binjai itu langsung diamankan ke dalam mobil Provost. Ia kemudian dibawa ke Polresta Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian terlibat bentrok. Pasalnya, Nurmala Beru Bangun mengamuk rumahnya digeledah petugas dan mengaku kehilangan sejumlah perhiasan emas. Ia juga mengaku kehilangan uang puluhan juta.

“Mana emasku. Kok kalian ambil. Jangan main ambil ajalah. Kalian masuk, emasku hilang. Uangku tadinya ada Rp27 juta. Kok enggak ada ini. Balikkan uangku itu,” teriaknya kepada warga sekitar.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Ronald FC Sipayung menyebutkan, perihal barang bukti yang ditemukan dari dalam tas milik Jefri, akan terus dilakukan penyelidikan.

“Kita punya waktu 6×24 jam untuk membuktikan apakah itu milik terduga tersangka atau tidak. Jadi biarkan polisi bekerja, jika memang tidak terbukti, pasti akan kita pulangkan. Tetapi kalau terbukti, jelas pasti kita tahan,” sebutnya.

Terkait dengan pemukulan tersebut, Ronald menyebutkan hal itu hanyalah sedikit gesekan dalam upaya mengamankan pelaku.

“Dalam proses penangkapan itu, pelaku sempat berupaya melakukan perlawanan dan provokasi, bahkan mobil patroli kita dirusak. Jika demikian, maka petugas memiliki hak untuk melumpuhkan pelaku, agar tidak melukai petugas dan tidak melarikan diri, jadi itu adalah resiko dalam proses penangkapan” tambahnya.

Disinggung soal hilangnya uang warga pasca digrebek petugas, Ronald juga menyebut jika warga punya hak untuk membela diri.

“Penggerebekan itu gabungan. Dari narkoba Polresta, Sabhara Polresta dan juga dari polsek. Jadi jika mereka mengaku kehilangan, hak mereka untuk mengatakan itu,” pungkasnya Ronald.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Menpar: Lulusan Akpar Harus Andil Dorong Pariwisata Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengajak para lulusan Akademi Pariwisata Medan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: