_
Home / Medan / Gepeng Pura-pura Buta Kena ‘Batunya’
Gepeng sedang memperagakan aksinya di Mapolsek Medan Baru. (WOL Photo/Gacok).

Gepeng Pura-pura Buta Kena ‘Batunya’

MEDAN, WOL – Dengan berbagai cara asalkan bisa mendapatkan uang, kali ini dua gelandangan pengemis (gepeng, red) berpura-pura buta dan kena “batunya” setelah diamankan petugas kepolisian di persimpangan lampu merah dekat Bundaran Majestik Jalan Gatot Subroto Medan. Satu diantaranya masih berusia di bawah umur.

Informasi diperoleh Waspada Online di lokasi penangkapan, Jumat (2/10) kedua gepeng itu inisial  HP (20) warga Jalan Pondok Kelapa, Gang Jawa Medan dan AS (13) warga Jalan Klambir V Medan.

Saat beraksi tampak HP berpura-pura buta dan dituntun AS saat traffic light menyala merah, kendaraan yang melintas berhenti. Sambil mengetuk kaca pintu depan sebelah kanan, dengan menjulurkan tangan mengaharapkan belas kasihan dari pengemudi dan penumpang mobil.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono SH,SIK,MH melihat kejadian itu karena tindakan gepeng meresahkan masyarakat langsung menghubungi personil Polsek Medan Baru.

Dalam tempo singkat, petugas Sabhara Polsek Medan Baru turun ke lokasi langsung mengamankan kedua gepeng dan terus dibawa ke polsek. Saat diinterogasi polisi, kedua gepeng mengakui perbuatannya dan uang hasi mengemis bagi dua untuk kebutuhan makan dan rokok.

“Kami mangkal di persimpangan traffic light mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Sekira pukul 13.00 WIB makan dan tidur siang di lokasi itu yang dianggap aman. Pukul 14.00 WIB sampai dinihari beraksi lagi. Apabila ada pemuda setempat  kami tidak melakukan aksi karena takut kena bogem,” ujar HP.

Ketika ditanya dalam satu hari penghasilan dapat berapa, HP menyebutkan, lumayan dan bisa dapat Rp80.000,- sampai Rp100.000.- “Kalau tidak dibuat dengan modus mata buta, tak ada yang mau memberikan uang. Kegiatan ini sudah berlangsung beberapa bulan,” jelas HP sambil memperagakan mata buta yang dituntun temannya AS.

Sementara itu, Ifan (25) warga kawasan Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia mengatakan, gepeng berkeliaran di Kota Medan. Para gepeng mangkal di persimpangan lampu merah menunggu belas kasihan pengendara.

“Gepeng yang “membanjiri” Kota Medan bukan warga Kota Medan, melainkan orang pendatang dari luar Kota Medan karena ada mengkoordinirnya. Dalam hal ini diminta pihak Dinas Sosial Kota Medan agar menertibkan gepeng, karena tindakan gepeng meresahkan pengendara,” jelas Ifan.(wol/gacok/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Air Asia Siap Jangkau Seluruh Rute Penerbangan di Indonesia

MEDAN, Waspada.co.id – Maskapai Penerbangan Air Asia sebagai salah satu yang dikenal dengan berbagai promonya, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.