Breaking News
Home / Fokus Redaksi / Gatot Nangis Ditanya Hakim
WOL Photo/Ega Ibra
WOL Photo/Ega Ibra

Gatot Nangis Ditanya Hakim

MEDAN, WOL – Suasana Pengadilan Tipikor Medan mendadak hening saat digelar sidang lanjutan kasus perkara gratifikasi DPRD Sumut yang dilakukan Gatot Pujo Nugroho, Senin (30/1)

Pasalnya, mantan Gubernur Sumut itu menangis saat menjawab pertanyaan hakim anggota Yusra, tentang kondisi keluarganya. Selain itu, kedua mata Gatot tampak berkaca-kaca saat mengikuti sidang agenda pemeriksaan terdakwa. Bahkan ia memberikan jawaban dengan suara parau dan bergetar.

Tak hanya itu, Gatot mengaku sering memberikan pembinaan pada para napi lainnya. Dalam setiap kesempatan ceramah, dia selalu mengingatkan kepada para napi bahwa keluarga merekalah yang paling menderita akibat persoalan hukum yang dihadapi.

“Saya katakan, yang paling merasakan imbasnya adalah keluarga,” terang Gatot di kursi pesakitan.

Masih dengan suara parau, Gatot pun mencontohkan, keluarganya yang pulang naik angkot dari Pengadilan Negeri (PN) Medan pun menjadi bahan pemberitaan.

“Mohon maaf, istri saya dua, termasuk anak saya yang di sana terkena imbasnya,” ucapnya.

Seperti sidang-sidang sebelumnya, istri pertama dan dua putri Gatot selalu hadir. Sang istri dan salah seorang putrinya yang duduk di barisan tengah bangku pengunjung tampak mengusap mata dengan tisu setelah Gatot menangis.

Dalam perkara ini, Gatot didakwa telah memberikan gratifikasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 dengan total mencapai Rp61.835.000.000. Terdapat 8 item tujuan pemberian itu.

Karena pemberian gratifikasi ini, Gatot dinilai telah melakukan perbuatan yang diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Dalam perkara suap ini, 5 mantan anggota DPRD Sumut sudah dinyatakan bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta. Selain itu, 7 orang lagi pun masih menjalani sidang, juga di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Selain kasus dugaan suap anggota DPRD Sumut, Gatot juga dibelit perkara tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (bansos) dan hibah 2012-2013. Dia telah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Gatot juga sudah dijatuhi hukuman dalam perkara penyuapan hakim PTUN Medan. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta  menjatuhinya hukuman 3 tahun penjara.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Eko Kurniawan

Rinni Wulandari Rilis Album Ketiga

MEDAN, WOL – Setelah melalui proses kurang lebih satu tahun, Rinni Wulandari meluncurkan album ketiganya bertajuk “I ...

  • Lie Fong

    freechip 5.000,- setiap hari di
    s128poker .net (7AC8D76B) langsung add langsung dapet uang

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.