Breaking News
Home / Medan / Formapaskal Klaim Yayasan Khlasa Ilegal
WOL Photo
WOL Photo

Formapaskal Klaim Yayasan Khlasa Ilegal

MEDAN, WOL – Forum Masyarakat Peduli Khalsa (Formapaskal) Medan, Sumatera, memasang sedikitnya delapan sepanduk berisikan protes atas keberadaan Yayasan Perguruan Khlasa yang mereka klaim ilegal.

Salwinder Singh alias Roy, mengatakan kecaman dilakukan karena kepengurusan yayasan di bawah kepemimpinan Tommy telah melanggar ketentuan yayasan karena tidak pernah mendapatkan persetujuan dari semua Pembina dan Pengurus Yayasan Gurdwara Parbhandak Committe (GPC) Medan Sumatera, sebagai pemilik aset lembaga pendidikan tersebut.

Bahkan telah mengkontrakkan beberapa bangunan di Khalsa kepada pihak ketiga. Pemasangan sepanduk sempat diwarnai sedikit keributan, karena setelah dipasang coba dibuka oleh beberapa pria.

Salwindar memprotes tindakan itu dan mengklaim telah membayar pajak serta mendapatkan izin dari instansi terkait untuk memasang spanduk protes.

Ditegaskan Roy, Formapaskal sangat mengecam langkah yang dilakukan sekelompok oknum pengurus GPC Medan, karena secara diam-diam, tanpa mendapatkan restu dari pengurus yayasan membentuk yang dikhususkan untuk mengelola Sekolah Khalsa.

Salwinder didampingi Pengurus Yayasan GPC Medan Sumatera, di antaranya Mohan Singh Gill, Djita Shee Gill, Sardul Singh Khotlie, Gurdip Singh Aulakh, Gurdip Singh, dan Jimmy dalam pernyataan sikapnya menyampaikan protes keras dengan yayasan ilegal tersebut, karena selama tiga tahun lebih sejak terbentuk tidak pernah menyelenggarakan rapat tahunan yayasan sebagaimana yang diamanatkan Akta Yayasan Pasal 10 dan Pasal 12.

Mohan Singh juga mengecam langkah yang dilakukan dengan mengelabui masyarakat dengan mempromosikan Sekolah Khalsa sebagai perguruan nasional plus, kemudian dipromosikan sebagai sekolah internasional. Bahkan pada 2016, dibuka akademi dengan menggandeng satu lembaga kursus keterampilan swasta di Kelapa Gading Jakarta Utara. Kursus akunting Jakarta mereka sulap menjadi London Khalsa Academy.

Tapi ternyata Kopertis Wilayah-I tidak pernah menerbitkan izin. Diceritakannya, pada tahun 1929 sampai 1932, sejumlah komponen masyarakat berbagai etnis seperti Melayu, Batak, Tionghoa, Punjabi, Tamil, Shindi, Pakistan, Afghanistan, Srilanka menyumbangkan dana. Sultan Deli juga ikut menyumbang 50 Gulden. Sekolah Khalsa adalah sekolah tertua di Indonesia. Bahkan menjadi sekolah swasta pertama yang menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan asing terkenal, di antaranya Universitas Cambridge Inggris.

Sementara Ketua Yayasan Perguruan Khalsa, Tommy, ketika ditemui menyampaikan seharusnya kalau ada pihak yang keberatan dengan program yayasan  menyampaikannya dengan baik-baik, sebab negara ini adalah negara hukum.

“Lagi pula Khalsa adalah lembaga pendidikan resmi jadi harus dengan cara santun,” tutur Tommy, Minggu (10/9).

Dijelaskan, pelaksanaan Reuni Akbar alumni Khalsa yang akan dilaksanakan, hari ini, telah mendapatkan izin resmi dari yayasan yang sah. Sedangkan sepanduk yang terpaksa dibuka, ungkapnya itu dinilai karena sangat mengganggu. Apalagi dijadwalkan Gubsu akan hadir pada reuni tersebut. (wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

OTK Lempar Kepala Babi ke Gedung IKB

MEDAN, WOL – Suasana di Gedung Ikatan Keluarga Bayur (IKB) Jalan Utama, Kelurahan Kota Matsum II, ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.