Home / Medan / Eksepsi Dikabulkan, 2 Terdakwa Korupsi Pakaian Seragam SD Labusel Bebas
WOL Photo/Ilham

Eksepsi Dikabulkan, 2 Terdakwa Korupsi Pakaian Seragam SD Labusel Bebas

MEDAN, WOL – Ketua majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Irwan Efendi, mengabulkan eksepsi (nota keberatan) atas dakwaan yang diajukan dua terdakwa kasus korupsi pengadaan pakaian seragam pada Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) Tahun Anggaran (TA) 2016 untuk pelajar kelas 1 SD Negeri se-kabupaten tersebut.

Dalam amar putusan selanya, majelis hakim memerintahkan agar kedua terdakwa yakni Waswin Lubis selaku Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Labusel dan Juli Syahbana Siregar selaku Wakil Direktur III CV Kebersamaan dibebaskan dari penahanan.

“Mengabulkan eksepsi terdakwa. Memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan,” ucap majelis hakim ketika sidang digelar di Ruang Cakra 5, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (8/3).

Majelis hakim menilai dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat. Menyikapi putusan sela yang mengabulkan eksepsi terdakwa, JPU Irvino dari Kejari Labusel menyatakan masih pikir-pikir. “Kita laporkan dulu ke pimpinan,” ujarnya.

Terpisah, Adi Mansar selaku kuasa hukum kedua terdakwa mengatakan dari awal penanganan perkara ini sudah terjadi kejanggalan. Dimana katanya, kasus ini dilaporkan oleh oknum jaksa di institusi yang sama mulai dari proses pelaporan hingga penuntutan.

Pasalnya dalam hukum acara pidana (KUHAP) ini tidak dibenarkan seorang penyidik dan sekaligus penuntut dalam perkara yang sama.

“Sehingga tidak tepatlah jika seandainya jaksa ini sebagai institusi yang melakukan proses ketiganya baik sebagai pelapor, penyidik dan penuntut. Kita bilang ini saling bertentangan karena tidak ada check and balances dalam menangani perkara sebab dia yang melapor, dia yang menyelidiki dan dia yang menuntut. Jadi artinya ini seakan-akan subyektifitas seorang jaksa,” bilang Adi Mansar kepada wartawan.

Makanya kata Adi Mansar dalam eksepsinya, mereka mempersoalkan kewenangan jaksa yang menangani perkara ini. Sebab ternyata kasus yang menjadikan dua kliennya sebagai tersangka ini dilaporkan oleh Jaksa Dedy Saragih yang merupakan Kasi Pidsus Kejari Labusel. Dedy juga diketahui sebagai salah satu tim penuntut umum perkara tersebut di pengadilan.

“Dan ternyata memang majelis hakim sependapat dengan kita. Karena memang secara formil penanganan ini sudah salah, karena jaksa yang menanganinya dia sebagai pelapor, dia juga sebagai penyidik dan juga penuntut,” sebutnya.

Bahkan kata Adi, penanganan perkara seperti yang dialami dua kliennya baru pertama ini terjadi dimana seorang jaksa yang menjadi pelapor dan penyidik hingga ke proses penuntutan.

“Saat ini kita tengah menunggu pembebasan keduanya. Kasihan mereka sudah ditahan lebih dari 40 hari,” pungkas Adi Mansar.(wol/ham/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

3 Hakim PN Medan Diperiksa Bawas MA Usai Dibebaskan KPK

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Bawas Mahkamah Agung (MA) melakukan pemeriksaan terhadap tiga hakim Pengadilan Negeri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: