Home / Medan / Dukungan Ambil Alih Manajemen PDAM Tirtanadi Mengalir
Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga (WOL Photo/M Rizki)

Dukungan Ambil Alih Manajemen PDAM Tirtanadi Mengalir

MEDAN, WOL – Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga, mendorong penuh wacana ambil alih pengelolaan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Kita mendorong wacana itu. Karena hanya di Kota Medan saja yang pengelolaannya manajemen PDAM-nya dikelola pemerintah provinsi. Kalau kabupaten/kota lain, sudah mengelola sendiri. Contohnya Kota Tebing, Binjai, Kabupaten Batubara, Deliserdang dan lainnya,” ungkapnya kepada Waspada Online, Rabu (11/1).

Sementara itu, mengenai akan dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) mengenai hal tersebut, politisi Gerindra ini juga akan mempercepat prosesnya, dengan cara memberikan pemahaman kepada unsur pimpinan DPRD Medan lainnya.

“Saya akan diskusikan bersama pimpinan lainnya mengenai wacana pembentukan pansus. Bukan tidak mungkin kita dapat mengelola PDAM ini. Kan mayoritas konsumennya warga Medan. Pasti PAD kita dari sektor ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan infrastruktur dan lainnya,” sambungnya.

Sebelumnya, desakan serupa juga datang dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Surianto SH, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan, Herri Zulkarnain dan sejumlah anggota DPRD Medan lainnya.

Sementara itu pada berita sebelumnya, Direktur PDAM Tirnadi Medan, Sutedi Raharjo, menyebutkan kalau awal tahun ini pihaknya akan menaikkan Tarif Dasar Air (TDA) sebesar 30 persen. Dimana kenaikan TDA tersebut dikarenakan mahalnya bahan baku untuk pemprosesan air bersih untuk disalurkan ke para pelanggan PDAM.

Saat ditanya apakah dengan adanya kenaikan TDA di tahun 2017 ini PDAM mampu menjamin bahwa pasokan air untuk masyarakat tidak akan berkurang ataupun terjadinya mati air? Sutedi mengatakan bahwa soal pasokan air yang kurang karena sistem penampungan air yang dimiliki PDAM saat ini baru saja dilakukan renovasi agar dapat mampu menampung debit air lebih besar, sehingga pendistribusian air bersih kepada para pelanggan dapat ditingkatkan.

“Inikan baru saja kita bangun, tentunya jika dilihat dari kebutuhan, masih belum terpenuhi. Sebab dari 250.000 lebih pelanggan yang ada di Kota Medan, itu dari design kebutuhannya sebanyak 7.000-an. Sementara yang kita miliki hanya sebanyak 6.000-an. Dan kalau pun ini kita bangun tahun ini, tentu akan selesainya di tahun berikutnya, dan kita sudah nambah lagi sebanyak 16.000 sambungan. Tentu hal ini akan terus tidak bisa terpenuhi. Karena pertumbuhan ini akan terus bertambah permintaan sambungan baru dari tahun ke tahunnya, sementara sumber air yang dimiliki sudah tidak banyak. Makanya kalau soal jaminan ketersediaan pasokan air, kita tdak bisa menjaminnya,” tukasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bahas RPJMD Harus Mengacu Pada Pertumbuhan Penduduk

MEDAN, Waspada.co.id – Juru bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Medan, Adlin Umar Yusri Tambunan, mengatakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: