Breaking News
Home / Medan / Driver Grab Lecehkan Penumpang di Medan
Pengemudi taksi online Grab, Hardi, pelaku pelecehan kepada penumpangnya. (foto: Ist)
Pengemudi taksi online Grab, Hardi, pelaku pelecehan kepada penumpangnya. (foto: Ist)

Driver Grab Lecehkan Penumpang di Medan

MEDAN, WOL – Prilaku kurang sopan yang diterima penumpang transportasi online kembali lagi muncul ke permukaan. Jika beberapa waktu lalu viral di dunia maya, kali ini terjadi di Kota Medan. Sebut saja wanita belasan tahun inisial GS, mengaku dilecehkan oleh pengemudi taksi online Grab, Selasa (5/9) lalu.

Ditemani pamannya inisial SM, GS mengulangi ikhwal perbuatan tidak menyenangkan yang ia terima. Ia memesan Grab Car sekitar pukul 20.00 WIB dari Jalan Diponegoro untuk tujuan Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur.

Tiba di lokasi tujuan, Hardi (pengemudi Grab, red) langsung menarik dan mencium tangannya. “Tangan keponakan saya dicium, kami keberatan dengan sikap pengemudi Grab tersebut,” jelas MS, Jumat (8/9).

Tak cukup sampai di situ, Hardi melanjutkan prilaku kurang terpujinya dengan mengirimkan beberapa SMS rayuan hingga Kamis (7/9) kemarin. Pengemudi Grab tersebut bernama Hardi dengan mobil Daihatsu Xenia nomor polisi BK 1627 QW dan kode pemesanan IOS-26499572-2-051.

“Kami tidak berniat melaporkan yang bersangkutan ke polisi. Kami mau laporkan pengemudi nakal tersebut ke manajemen Grab agar akunnya ditutup,” ketusnya.

Agar pemberitaan berimbang, awak media langsung menghubungi manajemen Grab perwakilan Medan. Akan tetapi Humas Grab Medan, Andre, enggan menanggapi pertanyaan yang diajukan. “Saya tak bisa berkomentar, bang,” kilahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, yang dihubungi perihal kejadian mengaku bahwa masih banyak taksi online yang belum terdaftar di Dinas Perhubungan Medan. Pria berkacamata ini pun menyebutkan ada dua tipe untuk mengenali taksi online yang terdaftar maupun tidak.

“Pertama, taksi tersebut memiliki logo menyerupai huruf T dan berwarna biru yang dipasang di kaca mobil. Kedua, di nomor polisi terdapat plat berwarna kekuningan sebagi tanda lulus uji speksi. Kalau ciri-ciri yang saya sebutkan tadi tidak ada, makanya taksi online itu ilegal,” pungkasnya.(wol/mrz/d2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/muhammad rizki

Kinerja Dishub Menurun, DPRD Bentuk Pansus

MEDAN, WOL – Anggota Komisi D DPRD Medan, Paul Mei Simanjuntak, kecewa dengan kinerja Kepala ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.