Home / Fokus Redaksi / DPRD Sarankan Satpol PP Pakai Baju Dinas Motif Bunga
WOL Photo/ muhammad rizki

DPRD Sarankan Satpol PP Pakai Baju Dinas Motif Bunga

MEDAN, WOL – Kurang tegasnya Pemko Medan dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja dalam menindak papan reklame bermasalah membuat anggota DPRD Medan, Ahmad Arif, menyarankan agar instansi yang membidangi penindakan Perda dan Perwal ini mengganti warna seragam dinas mereka dari khaki tua kehijau-hijauan menjadi motif bunga-bunga.

Saran tersebut dikatakan Arif saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemen Palladium Plaza, baru-baru ini. RDP yang dihadiri Paul Mei Anton Simanjuntak, Jumadi, Sahat Simbolon, dan Beston Sinaga ini membahas tentang keberadaan papan reklame yang letaknya persis di depan plaza Jalan Kapten Maulana Lubis tersebut.

“Kita sangat konsentrasi mengenai masalah billboard atau papan reklame ini. Karena sudah banyak rekomendasi yang dikeluarkan, tetapi penindakannya kurang tegas. Belum lagi pemasukan dari sini minim,” sindirnya.

Ditambahkan, berdirinya papan reklame liar sudah ‘menghantui’ Kota Medan. Sebab, keindahan bangunan-bangunan tak lagi terlihat karena tertutup papan reklame. “Harus ada penindakan biar bisa mewujudkan Medan Rumah Kita,” ketusnya.

Arif juga mengingatkan Satpol PP yang kala itu diwakili Kabid P2D, Indra Siregar, bahwa papan reklame ilegal bisa makin menjamur keberadaannya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

“Mudah-mudahan ada keberanian Satpol PP menindak hal-hal melanggar Perda. Bongkar saja reklame ilegal itu. Kalau tak berani, tukar saja motif seragam dinasnya jadi bunga mawar,” sarannya.

Menanggapi sindiran itu, Kabid P2D Satpol PP Kota Medan, Indra Siregar, menegaskan akan segera mengambil tindakan. “Kita minta waktu seminggu untuk mengevaluasi keberadaannya,” ujar Indra.

Pada RDP tersebut, Palladium Plaza diwakili oleh Reno Ariska (Legal Palladium), Yosua A Purba (Legal Palladium), AR Simanjuntak (Ops Palladium), dan Dewi Panjaitan (Manajemen Palladium).

“Kita minta keberadaan billboard atau reklame itu dibongkar atau dipindahkan. Karena ini soal tenggang rasa biar kelancaran bisnis bersama,” ungkap Yosua. (wol/mrz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Camat Medan Kota dan Medan Perjuangan Punya Catatan Buruk di Komisi D

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi D Medan, Parlaungan Simangunsong, kecewa lantaran Camat Medan Kota, Edi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: