_
Home / Medan / DPRD minta Kapolresta tindaklanjuti laporan wartawan dianiaya polisi
WOL Photo/muhammad rizki

DPRD minta Kapolresta tindaklanjuti laporan wartawan dianiaya polisi

MEDAN, WOL – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Burhanuddin Sitepu, menyesalkan adanya tindakan penganiayaan yang dilakukan sejumlah anggota Sabhara Polresta Medan kepada oknum wartawan saat bertugas melakukan peliputan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) pada Minggu (5/4) kemarin.

Dalam peristiwa itu, Koordinator Komisi A DPRD Kota Medan menilai tidak ada koordinasi antara aparat keamanan di PRSU dalam standarisasi pengamanan selama pelaksanaan kegiatan.

“Seyogianya ada rapat antara aparat keamanan. Karena di sana tidak hanya personil dari Sabhara Polresta Medan saja, melainkan ada dari polsek terkait termasuk dari TNI AD. Koordinasi itu penting agar ada SOP dalam pengamanan di sana,” terang Penasehat Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan itu saat ditemui di DPRD Kota Medan, Rabu (8/5).

Burhanuddin menyarankan, seharusnya aparat keamanan khususnya oknum Sabhara Polresta Medan lebih mengedepankan tindakan preventif daripada tindakan main hantam seperti yang ada di pemberitaan sejumlah media massa. “Adanya tindakan anarkis tersebut karena tidak adanya koordinasi antara pimpinan. Sehingga masing-masing anggota berbuat sesuka hati hingga menimbulkan komplain dari masyarakat. Kalau lebih diutamakan tindakan preventif, pasti tidak akan ada laporan ke polisi,” tandasnya.

Di sisi lain, Burhanuddin menilai tindakan wartawan Harian Andalas, Thamrin Samosir, yang melapor ke SPKT  Polresta Medan merupakan tindakan manusiawi. Karena itu, Burhanuddin berharap Kapolresta Medan dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tindakan tegas, kata Burhanuddin, perlu diambil oleh Kapolresta Medan agar memberikan rasa nyaman kepada masyarakat khususnya wartawan yang melakukan tugas di lapangan. “Propam harus bertindak. Kalau dibiarkan, bisa menimbulkan preseden buruk bagi kepolisian dan juga dapat memicu tindakan anggota tersebut jadi lebih anarkis,” cetusnya.

Sebelumnya, aksi bak preman jalanan kembali diperlihatkan sejumlah anggota Sabhara Polresta Medan yang berjaga di areal Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Minggu (5/4) sekira pukul 22.00 WIB. Bukannya mengayomi dan melindungi masyarakat sebagaimana tugasnya, belasan bintara remaja Sabhara Polresta Medan yang mengenakan seragam dinas lengkap dengan rompi hitam khas Sabhara Polresta Medan melakukan pengeroyokan terhadap seorang wartawan Harian andalas, Thamrin Samosir (25), yang tengah melaksanakan tugas jurnalistiknya di areal PRSU.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Mapolresta Medan sesuai dengan  nomor LP/807/IV/SPKT/2015/Resta Medan, oleh Kanit SPKT “A”, IPDA J Sitanggang, tertanggal 5 April 2015. (wol/muhammad rizki/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

“Mari Curahkan Tenaga dan Pemikiran Untuk Kepentingan Masyarakat”

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, berharap Pemko Medan dan DPRD Kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.