_
Home / Medan / DPRD Medan Singgung UU Nomor 26/2007 Soal Alih Fungsi Lapangan Merdeka
WOL Photo

DPRD Medan Singgung UU Nomor 26/2007 Soal Alih Fungsi Lapangan Merdeka

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi C DPRD Medan, Hendrik Halomoan Sitompul, meminta Pemko Medan segera mengembalikan alif fungsi Lapangan Merdeka sebagai tempat bisnis dihentikan. Sejatinya, menurut Bendahara Ikatan Keluarga Alumni Lemhamnas (IKAL) RI ini, Lapangan Merdeka difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

“Mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka Medan sekaligus memenuhi salah satu syarat kota metropolitan 60 persen adanya daerah hijau dan ruang publik. Lapangan Merdeka sebagai ikon dan titik nol pusat Kota Medan dari arah empat mata angin itu, juga merupakan aset paling monumental tidak saja bagi warga Kota Medan namun juga bagi warga Sumatera Utara secara umum,” ungkap Hendrik kepada wartawan, Minggu (16/6).

“Namun faktanya, kini keberadaan Lapangan Merdeka sebagai ruang publik dan tempat upacara kenegaraan terancam beralih fungsi dan nyaris kumuh. Banyaknya ruang komersil di sisi timur dan bangunan dua lantai di sisi barat lapangan menjadi salah satu indikasi,” ucapnya.

Alasan lain Hendrik untuk meminta pengembalian fungsi Lapangan Merdeka, sebagai kota metropolitan Pemko Medan sudah mengabaikan hak warganya atas ketersediaan 60 persen ruang hijau dan ruang publik dari luas kota.

Hak warga Kota Medan itu diamanatkan dalam UU Tata Ruang Nomor 26 tahun 2007 yang menyebutkan perkotaan harus memiliki luas RTH sedikitnya 30 persen untuk pengamanan kawasan lindung perkotaan, pengendalian pencemaran, dan kerusakan tanah, air dan udara.

“Amanat UU Tata Ruang itu tujuannya untuk memberikan kenyamanan, keselamatan dan kesehatan warga kota. Jika pemerintah kota mengabaikan ketentuan UU Tata Ruang, berarti telah mengabaikan hak warganya,” tandasnya.

Kenyataannya, sambungnya, RTH di Kota Medan masih sangat minim yaitu hanya 10 persen. “Artinya, itu masih sangat minim dan dampaknya lama kelamaan akan tidak baik untuk kesehatan masyarakat. Daerah perkotaan pun akan sering mengalami banjir, karena drainasenya pasti tidak bisa menampung debit air,” beber anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan itu.

Atas pertimbangan inilah, selaku Alumni Lemhannas RI PPRA 52, ia mengajak warga Kota Medan mendukung untuk mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka Medan sebagai ruang terbuka hijau.

Jika belajar dari sejarah, sebutnya, Lapangan Merdeka Medan juga memiliki sejarah tersendiri dalam wilayah Kota Medan yang dulunya dijuluki Kota Putri Deli. Lapangan Merdeka memiliki tata ruang yang yang teratur dan terencana dalam pembangunan.

“Lapangan Merdeka punya kesan tersendiri dalam wilayah Kota Medan yang dulunya dijuluki Kota Putri Deli. Lapangan itu harus memiliki tata ruang yang teratur serta terencana,” pungkasnya. (wol/mrz/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Kadis Perindustrian Zulkifli Sitepu Meninggal, Wali Kota: Almarhum Pria Humoris

MEDAN, Waspada.co.id – Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Wali Kota Medan Dzulmi Eldin bersama Wakil Wali ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.