Newsticker
WOL / Medan / DPRD Medan Kunker, Kapolrestabes Akui Banyak Kekurangan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho (WOL Photo)
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho (WOL Photo)

DPRD Medan Kunker, Kapolrestabes Akui Banyak Kekurangan

MEDAN, WOL – Komisi A DPRD Medan lakukan kunjungan kerja (kunker) ke Polrestabes Medan, Rabu (18/1). Dalam kunjungan resmi tersebut, Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu, mempertanyakan langkah Kapolrestabes yang baru menjabat, Kombes Pol Sandi Nugroho, dalam menangani maraknya narkoba dari Malaysia masuk ke Kota Medan melalui jalur tikus.

Politisi Golkar ini menilai, dahulu Kota Medan sebagai kota transit bagi para pengedar narkoba sebelum menyebar ke kota lainnya. Namun kondisi itu sekarang sudah berbalik arah. Medan sekarang menjadi target dari penyebaran barang haram tersebut.

“Kita bertanya, bagaimana Polrestabes bertindak sigap melalui penindakannya agar peredaran narkoba ini minimal semakin dipersempit ruang geraknya,” tanya politisi Nasdem, Deni Maulana Lubis, di aula Mapolrestabes.

Deni menambahkan, kedepan, permasalahan klasik ini menjadi sisi yang paling utama dilakukan penindakan bahkan sampai dengan menemukan pabrik pembuatannya.

Menjawab pertanyaan itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, menjelaskan dari database yang ada selama ini, Kota Medan menjadi bagian perlintasan peredaran narkoba dengan tujuan utama ke pulau Jawa. “Tapi kenyataanya, dalam 3 tahun terakhir banyak menyala merahnya Kota Medan ini. Yang sejauh ini belum ada alat bukti cukup untuk kita menindak itu,” paparnya.

Sandi tidak memungkiri penyebaran narkoba di Kota Medan ini berasal dari Malaysia. “Itu dia, setiap kita ungkap, Polisi Diraja Malaysia tolak itu, dia bilang kami punya SOP dan undang-undang sendiri. Tapi jangan bilang disini ada narkoba, karena itu fitnah,” katanya mengulang ucapan Polisi Diraja Malaysia tersebut.

Sementara itu menanggapi pertanyaan anggota Komisi A lainnya Herri Zulkarnain Hutajulu mengenai kesembrautan lalu lintas saat mati lampu dan pada jam tertentu sehingga memicu terjadinya kemacatan, dan pihak kepolisian harusnya ada untuk mengatasi itu, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini mengaku hingga kini pihaknya belum memiliki sarana genset guna mengatasi traffic light yang sewaktu-waktu padam.

Alhamdulillah sampai saat ini Polrestabes belum punya genset. Kebetulan sudah kami cek, yang punya genset cuma Polsek Medan Area. Jadi, memang ini kendala. Terpaksa hentikan pelayanan. Tapi kita punya cara bertindak setiap mati lampu yakni, turunkan petugas di lapangan,” terangnya.

Lebih lanjut, Sandi Nugroho menegaskan akan kembali mengaktifkan tim khusus (Timsus) anti begal yang berhasil berjalan dimasa kepemimpinan Kapolresta Medan Mardiaz Kusin Dwihananto. “Karena keresahan masyarakat saat ini. Dan dulu masa saya Kapolsek Medan Baru, orang-orang nyaman keluar diwaktu malam bahkan subuh. Sekarang begal memanfaatkan kelengahan kita, maka kami akan balik lagi aktifkan Timsus Begal,” tegasnya.

Diakui Sandi, selama satu bulan satu hari ini pihaknya terpaksa menembak para pelaku sebanyak 17 kali pelaku begal dua diantaranya kasus narkoba. “Kami terpaksa tembak pelaku 17 kali yakni pelaku begal dua lainnya narkoba, 15 lainnya kaki di tembak karena coba lari, pelaku begal dan narkoba pasti kami tindak tegas,” imbuhnya.

Sandi juga menyinggung dalam mengoptimalkan patroli di tengah-tengah masyarakat Kota Medan, pihaknya sudah mengajukan ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan berupa mobil patroli. “Rencana kita, patroli dilaksanakan dua kali. Apakah habis maghrib atau pagi hari (subuh). Ini guna mengantisipasi begal yang kita tahu mencari kelengahan kita,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

foto: oxvo

John Wick 3 Mulai Syuting Akhir 2017

LOS ANGELES,WOL – Sukses dengan sekuel kedua, kini Keanu Reeves sudah membawa kabar bahagia untuk ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.