Breaking News
Home / Fokus Redaksi / DPRD ‘Keroyok’ Kadishub Medan Soal Parkir
WOL Photo
WOL Photo

DPRD ‘Keroyok’ Kadishub Medan Soal Parkir

MEDAN, WOL – Anggota DPRD Medan di Komisi D mencecar sejumlah pertanyaan terkait buruknya kinerja Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengelola parkir. Anggota dewan ‘mengeroyok’ melontarkan kritikan minimnya realisasi retribusi parkir saat rapat dengar pendapat (RDP) di ruang komisi gedung dewan, Selasa (28/11) kemarin.

Renward pun tampak kewalahan melayani pertanyaan dan kritikan anggota dewan yang bertubi-tubi.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Salman Alfarisi, didampingi Ketua Komisi D, Parlaungan Simangusong, Wakil Ketua Komisi D, Maruli Tua Tarigan, bersama Paul A Mei Simanjuntak dan Daniel Pinem sedikit alot. Apalagi saat membahas tunggakan retribusi parkir dan realisasi program kerja Dishub Medan pada triwulan ke III Tahun 2017.

Pengamatan Waspada Online di ruang rapat, anggota dewan mempertanyakan minimnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir tepi jalan. Sebagaimana dalam laporan yang dipaparkan Kadishub, realisasi target PAD dari sektor parkir hingga September 2017 hanya Rp17 miliar dari target Rp26 miliar.

Seperti yang dilontarkan anggota dewan, Daniel Pinem, menilai potensi PAD dari parkir cukup besar tapi kenapa realisasi minim.

“Pasti ada yang tidak beres. Fakta di lapangan parkir berlapis tiga. Kok PAD tidak mencapai target. Pasti terjadi kebocoran atau tunggakan. Perlu disikapi serius,” tegas Daniel Pinem.

Sama halnya anggota dewan lainnya, Paul Mei Anton Simanjuntak, menuding lemahnya kinerja Kadishub menata parkir dan lalu lintas. Parahnya, realisasi retribusi parkir dan izin angkutan tetap rendah. Paul juga mempertanyakan kebijakan Kadishub terkait penerbitan SPTS dan SPT parkir. Penerbitan itu disinyalir ada unsur pungli.

Begitu juga dengan Ketua Komisi D, Parlaungan Simangunsong, menyoroti terkait tata cara pengelolaan parkir di Medan berikut sistem penerimaan retribusi. Menurutnya, tunggakan itu seharusnya tidak terjadi lagi dan perlu dirobah pola sistim penyetoran. Kedepan diusulkan transparansi retribusi parkir.

Sementara itu, Salman Alfarisi, menyebut minimnya realisasi penggunaan anggaran harus di optimalkan terus, karena masih jauh dari harapan. Untuk masalah parkir, Dishub diminta tegas soal penindakan agar pengelolaan parkir dan lalu lintas lebih tertib.

“Perlu perbaikan kota ini, apalagi menuju kota wisata. Pelanggaran parkir perlu penegasan agar tidak parkir sembarangan. Sama halnya penggunaan parkir di badan jalan dan fasilitas umum supaya ditertibkan,” tegas Salman Alfarisi seraya menyebutkan dalam waktu dekat ini akan mengundang polisi Satlantas dan Dishub duduk bersama.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, menyampaikan alokasi APBD 2017 untuk Dishub Kota Medan sebesar Rp61 miliar lebih dan setelah P-APBD bertambah Rp2,5 miliar lebih. Sedangkan penggunan anggaran itu hingga bulan September masih 38 persen. Begitu juga target PAD sebesar Rp44 miliar lebih hingga saat ini yang terealisasi masih 52 persen atau Rp23,3 miliar. Parahnya, menjawab pertanyaan dewan, Renward mengaku tak bisa memprediksi apakah hingga akhir tahun ini target itu bisa terealisasi.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

Menkeu Segera Evaluasi Bunga Kredit UMi

MEDAN, WOL – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, bakal segera mengevaluasi suku bunga Kredit ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.