Home / Fokus Redaksi / DPRD Dorong Warga Lapor Presiden Urus SIM Mahal di Medan
Ilustrasi SIM (dok. WOL Photo)

DPRD Dorong Warga Lapor Presiden Urus SIM Mahal di Medan

MEDAN, WOL – Anggota DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, mengaku prihatin pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Medan cukup memberatkan. Selain biaya yang mahal, persyaratan juga terkesan dipersulit, apalagi warga yang mengurus itu untuk kebutuhan supir angkutan umum, becak dan pengemudi angkutan online.

Pengakuan ini dicetuskan Paul kepada sejumlah awak media, Kamis (7/12), menyikapi keluhan yang diterimanya terkait sulitnya mengurus SIM. Apalagi, disebut-sebut lembaga Medan Safety Driver Centre (MSDC) memonopoli penerbitan sertifikat syarat mendapatkan SIM.

Dikatakan, keluhan soal sulitnya urusan SIM bagi warga Kota Medan harus menjadi perhatian Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution.

“Pejabat kota ini harus respon segala keluhan warganya. Wali Kota Medan perlu koordinasi dengan pihak Kepolisian, apa penyebab mahal. Kenapa di Medan aja yang mahal, ada apa,” ucapnya mempertanyakan.

Politisi PDI P ini menambahkan, jika memang SIM itu keharusan dan sudah merupakan kebutuhan untuk mencari nafkah, maka perlu biaya dan pengurusannya di permudah. “Kasihan sama warga khususnya supir angkutan umum mau mendapatkan dan perpanjangan SIM tapi harus mengeluarkan biaya banyak. Kan gak pantas rakyat lagi kesulitan ekonomi tapi di bebani lagi,” tandasnya.

Paul juga meyakini bagi semua pemohon SIM di pastikan merasa keberatan dengan sulitnya birokrasi dan biaya mahal. Untuk itu, Paul mendorong warga Medan agar menyampaikan keberatan secara resmi ke petinggi Polri bahkan Presiden RI Joko Widodo. “Saya pun akan saya coba mengadukan ini ke Presiden melalui petinggi partai,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Fatner Sibarani, warga Kecamatan Medan Tembung menyampaikan keluhan kepada Paul Mei Anton Simanjuntak karena mahalnya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Medan. Disebutkan, untuk syarat mendapatkan SIM harus memiliki sertifikat yang di monopoli salah satu lembaga yakni Medan Safety Driver Centre (MSDC).

“SIM itu sangat penting bagi kami. Ibarat cangkul bagi petani, seperti itulah SIM itu untuk kami mencari makan terutama supir angkutan umum. Apa jadinya jika mendapatkan SIM saja susah. Kami minta supaya ketentuan ini dikaji ulang,” ungkapnya saat mengikuti reses III 2017 anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak kemarin.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Dinkes Medan Kebut Sosialisasi Imunisasi MR

MEDAN, Waspada.co.id – Kadis Kesehatan Kota Medan, Usma Polita Nasution, menjelaskan imunisasi Measles Rubella (MR) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: